SABTU , 21 APRIL 2018

Layanan Perekaman e-KTP Hanya Satu Jam

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 April 2018 11:30
Layanan Perekaman e-KTP Hanya Satu Jam

Ilustrasi.

– Di Sulsel Tersedia 352.593 Blanko

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP, kini bisa dilakukan dalam waktu satu jam. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), yang ditandatangani Tjahyo Kumolo.

Dalam Permendagri tersebut, diatur soal batas waktu pembuatan e-KTP, kartu keluarga, akta kematian, dan akta lahir, harus bisa dilakukan dalam satu jam saja. Regulasi ini dibuat berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, pekan lalu.

“Ini arahan Presiden untuk menerbitkan Permendagri, supaya tegas di daerah. Orang buat e-KTP, kartu keluarga, akta kematian, dan akta lahir, satu jam selesai. Kita sudah praktikkan di Kemendagri, sepuluh menit sudah bisa selesai,” kata Tjahyo Kumolo, usai melantik Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, di Kantor Gubernur, Senin (9/4) kemarin.

Namun demikian, Tjahjo mengecualikan lamanya pengurusan data diri dengan beberapa kendala teknis. Seperti listrik padam, gangguan internet, panjangnya antrian, serta gangguan lainnya.

“Sisa pemerintah daerah yang proaktif. Masyarakat di perkotaan juga harus aktif merekam. Minimal memastikan nama yang ada ini masih hidup,” ujarnya.

Kemendagri juga bisa menjatuhkan sanksi apabila batas waktu pembuatan dokumen yang diatur di dalam Permendagri tidak bisa dipenuhi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di daerah. “Sanksi ada, kita lakukan secara bertahap walaupun memang sulit ya. Di Permendagri juga hanya diatur soal waktu saja,” tegasnya.

Terkait masalah kelangkaan blanko e-KTP, Tjahjo menegaskan, di kantor pusat Kemendagri saat ini ada 1,5 juta blanko e-KTP. Ia meminta setiap dinas kependudukan untuk langsung mengontak kantor pusat, apabila stok blanko sudah menipis.

“Saat ini perekaman di seluruh Indonesia sudah 97,6 persen dari 184 juta penduduk wajib KTP,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdukcapildalduk-KB) Provinsi Sulsel, Sukarniaty Kondolele, menargetkan perampungan perekaman e-KTP pada Juni mendatang. Sejauh ini, progres perekaman e-KTP sekitar 89 persen dan terus berlangsung. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk jemput bola ke daerah-daerah terpencil.

“Minimal rampung pada Juni, sebelum pilkada karena yang dikejar adalah masyarakat yang belum memiliki e-KTP agar bisa memilih. Misalnya pada daerah kepulauan, atau pegunungan yang akses jalannya sulit, petugas kami yang mendatangi masyarakat,” tuturnya.

Terkait ketersediaan e-KTP, jumlah blanko tersedia mencapai 352.593, yang mencakup beberapa daerah. Diantaranya Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
“Ini tinggal dijemput saja,” imbuhnya. (*)


div>