SABTU , 18 NOVEMBER 2017

LBH Makassar Kecam Tindakan Kepolisian Terkait Tewasnya Takwah

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

Muh Sophian AS

Senin , 06 November 2017 22:17
LBH Makassar Kecam Tindakan Kepolisian Terkait Tewasnya Takwah

Takwah saat menggunakan seragam TNI gadungan diamankan disebuah kosan Jl. Talasalapang Raya, No 25 E, Sabtu (4/11). Namun dalam pengembangan kasus penjualan kendaraan bodong, Takwah yang ditetapkan tersangka hendak melarikan diri, sehingga mendapatkan tembakan dari kepolisian

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menyayangkan sikap aparat kepolisian terkait penanganan hukum terhadap pelaku penjual kendaraan bodong berkedok TNI gadungan, Takwah alias Akdok (23). Hal ini menyusul adanya dugaan penggunaan senjata api secara berlebihan sehingga menyebabkan pelaku tewas.

Pelaku tewas tertembak saat dilakukan pengembangan guna mencari salah seorang penadah bernama Rio alias Leo bersama barang bukti satu unit mobil Honda Jazz warna silver dari hasil kejahatannya. Namun di lokasi ia tertembak lantaran berupaya melarikan diri.

Menanggapi hal itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Haswandy Makassar menyayangkan tindakan kepolisian yang menyebabkan tewasnya tersangka. Pasalnya pengguanaan senjata api dengan secara berlebihan dinilai tidak sesuai oleh aturan. “Melihat hal ini kami menduga adanya penggunaan senjata api secara berlebihan dan tidak sesuai dengan Perkap No. 1/2009 dan Perkap No. 8/2009,” ujarnya, Senin (6/11).

Haswandy menilai saat itu tersangka hanya seorang diri dan berdasarkan laporan dalam kondisi tangan terikat lakban. Sehingga jika pun tersangka hendak melarikan diri, maka seharusnya Aparat Kepolisian cukup sekadar melumpuhkan dengan menggunakan senjata tumpul ke arah yang tidak mematikan. “Artinya, pihak Kepolisian seharusnya sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, termasuk menggunakan lakban (bukan borgol),” tegasnya.

LBH Makassar mendesak agar pihak Polda melakukan proses pemeriksaan terhadap kasus dugaan penggunaan senjata api secara berlebihan tersebut secara internal. karena terdapat dugaan telah terjadi pelanggaran HAM dalam kasus penembakan tersebut. “LBH Makassar sangat bersedia untuk membela keluarga korban agar mendapatkan keadilan dalam kasus meninggalnya tersangka. Agar pihak kepolisian dalam menegakkan hukum tidak dilakukan secara sewenang-wenang dan melanggar HAM,” tutupnya. (*)

 


Tag
div>