SENIN , 11 DESEMBER 2017

LBH Makassar Siap Kawal Kasus Asusila Siswi SD

Reporter:

Ramlan

Editor:

Lukman

Rabu , 06 Desember 2017 23:30
LBH Makassar Siap Kawal Kasus Asusila Siswi SD

Direktur LBH Makassar Haswandi A Mas (kiri), siap kawal kasus asusila siswi SD.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca perbuatan asusila yang dialami salah seorang siswi SD Inpres Bertingkat Melayu yang terletak di Jl. Muhammadiyah, Kecamatan Wajo banyak menyita perhatian publik.

Pasalnya, tindak kekerasan seksual pada anak kali ini terjadi, tak lain dilakukan oleh salah seorang kepala sekolah yang menggerayangi anak didik dari sekolah yang dipimpinnya.

Adalah, Said Sangkala, kepala sekolah yang memberi perlakuan tak senonoh oleh beberpa siswi di sekolah tersebut. Kejadian itu menimpa korban berinisial IN (9) ini terungkap setelah terjadi 2 bulan lamanya.

Menanggapi kasus tersebut, Direktur LBH Makassar Haswandi A Mas mengatakan kasus ini telah menambah deretan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Sulsel khususnya di Kota Makassar.

“Pastinya kasus ini menambah deretan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Sulsel, dan khususnya di Kota Makassar, apalagi peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah yang notabene sebagai tempat pembimbingan dan pengajaran baik moral maupun pelajaran akademik,” katanya.

Haswandi menambahkan, terjadinya tindak asusila yang dilakukan oleh seorang ASN, seharusnya pihak instansi terkait dapat segera mungkin mengambil langkah yang tegas agar peristiwa ini tidak terulang kembali.

“Selain proses pidana, atasan pelaku juga harus segera mengambil tindakan-tindakan tegas sesegera mungkin terhadap pelaku, itu sebagai tindakan tegas untuk memenuhi rasa keadilan bagi publik, khususnya para orangtua siswa,” tambahnya.

Selain bersedia, Haswandi juga memastikan, pihaknya siap mengawal kasus tersebut demi keluarga korban. “LBH Makassar tentunya sangat bersedia untuk menjadi Tim Penasihat Hukum yang membela kepentingan hukum korban atau orangtuanya agar kasus ini dapat diproses hingga tuntas dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, anak dari pasangan suami istri P dan S ini sempat mengalami rasa trauma setelah mengalami perlakuan yang tak wajar dari Kepala Sokolahnya sendiri bernama Said Sangkala.

Kejadian yang telah terjadi selama 2 bulan lamanya ini akhirnya terungkap lantaran sebuah pesan singkat yang berisi pengakuan korban ID usai dikirim ke kakaknya.

“Kejadian ini baru ketahuan dari capturure percakapan melalui pesan singkat massenger, kemudian ini dilaporkan ke BAP Polres Pelabuhan,” urai salah seorang pendamping keluarga korban, Alumni KOHATI, Andi Sri Wardani, diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa, (5/12) siang.

Sri menambahkan, dalam kejadian ini tidak hanya dialami oleh IN (9), bahkan Kepala Sekolah SD Inpres Bertingkat 1 Melayu yakni Said Sangkala juga melampiaskan nafsu bejatnya terhadap dua orang rekan IN (9).

“Pengakuan korban IN (9) dalam isi pesan itu, temanya juga mengalami perlakuan tidak senonoh dari Kepala Sekolahnya, rekannya yakni SS dan DN,” ungkapnya.

Berdasakan informasi, sebelumnya, korban dimendapatkan perlakuan tak senonoh itu di Ruangan Kepala Sekolahnya. Bahkan mulut korban saat itu dalam keadaan dibekap. Meski demikian, korban yang dalam kesehariannya tetap terlihat riang, hanya saja ia menutupi hal tersebut kepada kedua orang tuanya lantaran merasa ketakutan.

“Bulan Agustus itu dipanggil ke ruang kepala sekolah bersihkan piala, kemudian dicium kening dan diraba-raba kemaluannya,” ungka Sri.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, AKP Rustan Efendi mengatakan kejadian ini dilaporkan pihak keluarganya sejak bulan Agustus lalu. Berdasarkan keterangan korban, saat itu korban dipanggil oleh kepala sekolah dengan dalih untuk membersihkan piala di ruangannya.

“Menurut keterangan korban ada proses penetrasi yang dilakukan di ruang kepala sekolah, usai kejadian itu, korban tetap mengikuti pelajaran di sekolah,” ungkapnya.

Kejadian ini diketahui sejak 29 November lalu, hal ini terungkap melalui pesan singkat Facebook massenger. Kakak korban lalu melaporkan hal itu kepada orang tuanya “Dia tahu sejak 29 November sejak melalu facebook masseger,” tambahnya.

Akibatnya, kini pelaku Said Sangkala diamankan di Polres Pelabuhan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Pelaku sudah diamankan tadi pagi dan dimintai keterangan,” tutupnya. (*)


div>