KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Lecehkan Kepala Desa Seorang Pemuda Dibonyok

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 13 Juni 2017 16:16
Lecehkan Kepala Desa Seorang Pemuda Dibonyok

Ilustrasi.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Seorang pemuda di Desa Maliowo dipukul aparat desa karena melecehkan kepala desa. Kasus inipun berlanjut ke Polisi, sehingga pelaku pemukulan diamankan.

Pelaku adalah Makaramma, sedangkan korbannya Putra. Kejadian ini berlangsung pada Minggu sore lalu. Putra dilempari batu bagian kepalanya oleh pelaku setelah mendengar ucapan Putra yang melecehkan kepala desa.

“Na pandang enteng ka, na tailaso juga kepala desa, di situ tidak bisa kutahan marah ku pak,” ujar Makaramma.

Awalnya, Makaramma menemui Putra ingin bertemu dengan Bandik yang tidak lain adalah kakak kandung Putra. Ia dicari karena dianggap menyebar kabar fitnah di kampung.

Dimana diduga Bandik sudah menyebarkan kabar ada pencurian bantuan kemanusiaan tanah longsor di Maliowo. Dimana bantuan tersebut dijual ke kios-kios di desa tersebut. Kabar tak sedap inilah membuat aparat desa mencari Bandik untuk diklarifikasi di kantor desa.

Terkait tuduhan penjualan sembako bantuan kemanusiaan, tersebut, Kepala Desa Maliowo, Hasrat yang dikonfirmasi membantah telah ada penyimpangan bantuan.

Hasrat mengakui, pada masa tanggap darurat bencana longsor di Maliowo ada sekira dua puluh orang anak muda desa setempat yang ditugaskan mengangkat dan menyuplai bantuan kepada para korban bencana longsor.

[NEXT-RASUL]

Nah saat masa tanggap darurat selesai, paket bantuan ini masih banyak di kantor desa, sehingga mereka para relawan desa ini minta satu paketnya untuk dibawa pulang ke rumahnya masing-masing.

“Ya saya kasi, silahkan ambil satu paket, bawa masing-masing ke rumah,” kata Hasdar.

Ternyata ada beberapa jenis paket ini ada yang diuangkan para relawan ini, ke kios-kios, uangnya mereka pakai beli pulsa dan rokok. Hal inilah yang di klaim pencurian bantuan.

“Tidak ada yang dicuri, apalagi disalahgunakan, itu Indomie yang mereka uangkan memang bagiannya mereka,” bebernya.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak, yang dikonfirmasi, membenarkan sudah ada klarifikasi dari kepala desa, termasuk pemuda yang dituduh menjual bantuan, kesimpulannya tidak ada pelanggaran.

Namun pelaku Makaramma, tetap disel, karena telah melakukan tindakan main hakim sendiri, karena melakukan penganiayaan atas korban Putra. (***)


div>