SENIN , 23 APRIL 2018

Legislator DPRD Sulsel Ini Bahas Pengendalian Lahan Kritis di Malino

Reporter:

Armansyah

Editor:

Lukman

Minggu , 14 Januari 2018 21:52
Legislator DPRD Sulsel Ini Bahas Pengendalian Lahan Kritis di Malino

Anggota DPRD Sulsel Rahmansyah membahas tentang pengendalian lahan kritis di Malino.

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 200 orang menghadiri kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah (Perda) tentang Pengendalian Lahan Kritis, yang dilaksanakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) Rahmansyah di Masagena Cottage, Jalan Karaeng Pado, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, belum lama ini.

Beberapa peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan ke Rahmansyah mengenai peraturan dan metode penanggulangan lahan kritis

Rahmansyah dalam penyampaiannya mengatakan bahwa permasalahan lingkungan, utamanya lahan kritis adalah tanggung jawab seluruh kalangan, bukan sekadar urusan pemerintah. Karenanya, lanjut Anggota Fraksi Partai Golkar itu, selayaknya gerakan peduli lingkungan mesti dimulai dari diri sendiri.

“Peraturan daerah ini menjadi landasan dan acuan kita untuk sama-sama merehabilitasi lahan-lahan kritis yang ada di Sulawesi Selatan, termasuk di dataran tinggi Malino,” ucap Rahmansyah, Minggu (14/1).

Legislator DPRD Sulsel dari daerah pemilihan (Dapil) Gowa-Takalar itu juga mengajak Ustadz Iqbal Jalil sebagai pembicara untuk membahas persoalan lingkungan dari perspektif agama Islam. Pasalnya, kata Rahmansyah, persoalan lingkungan itu juga diatur dan dianjurkan dalam ajaran agama Islam.

“Dalam agama kita juga ada tuntunan untuk menjaga kelestarian alam dan merawat lingkungan kita sebagai sumber kehidupan umat manusia,” tutur Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Satra Unhas itu.

Sementara itu, Legislator DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Ustad Iqbal Jalil menyampaikan bahwasanya syariat Islam sangat sangat memperhatikan kelestarian alam. Kaum Muslimin, ungkap Ustad Iqbal, tidak diperbolehkan membakar dan menebangi pohon tanpa alasan dan keperluan yang jelas. Seperti yang tertuang dalam Surah ar-Rum.

“Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang kita saksikan sekarang ini merupakan akibat dari perbuatan umat manusia. Allâh Azza wa Jalla menyebutkan firmanNya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” terang Ije–sapaan akrab Iqbal Djalil.

Dialog tentang pengendalian lahan kritis tersebut telah membuka pengetahuan baru masyarakat Malino mengenai gerakan kepedulian lingkungan. Seperti yang dituturkan Firman, tokoh pemuda Kecamatan Tinggi Moncong.

“Kita akhirnya paham bahwa sebagai masyarakat, kita adalah ujung tombak penjaga kelestarian lingkungan dan subur lahan pertanian,” ucap Iqbal Djalil. (*)


div>