SELASA , 16 OKTOBER 2018

Legislator Hanura Didesak Mundur

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 19 Februari 2016 12:01
Legislator Hanura Didesak Mundur

int

PENULIS: ASHAR
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mulutmu Harimaumu. Ungkapan ini kiranya menjadi peringatan keras bagi wakil rakyat di DPRD agar tidak sembarang berkomentar.

Hal ini pulalah yang tengah dialami Anggota DPRD Makassar HM Yunus. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hanura Sulsel segera memanggil Yunus untuk mengklarifikasi dugaan penghinaan yang dituduhkan Forum Indonesia Bersatu (FIB).

Sekretaris DPD Hanura Sulsel Waris Halid mengatakan, Yunus diduga melakukan penghinaan terhadap kelompok. Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil yang bersangkutan untuk memberikan keterangan langusung. Jika ditemukan pelanggaran maka pasti diproses.

“Kita akan panggil bersangkutan (Yunus) untuk memberikan klarifikasi. Jika kader ditemukan melanggar aturan partai pasti kita proses,” ujar Waris, Kamis (18/2).

Diktahui sebelumnya, ratusan massa dari FIB mendatangi gedung DPRD Makassar, Kamis, (18/2). Mereka mendesak agar HM Yunus mundur dari jabatannya sebagai legislator Makassar.

Saat ditanya apakah aksi tersebut berkaitan dengan Muscab Hanura Makassar, pasalnya Yunus merupakan kandidat kuat pengganti Jalaluddin Akbar, Waris tak ingin berspekulasi terlalu jauh. “Yang jelas secara aturan Yunus sudah sah sebagai calon,” katanya.

Sementara Jenderal lapangan aksi unjuk rasa kemarin, Asmin Salvatore mengatakan, HM Yunus sudah melecehkan nama orang Gorontalo. “Kita sudah dapatkan laporan, pernah di satu acara HM Yunus berkata, orang Gorontalo itu tidak bisa dipercaya,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

HM Yunus dinilai telah menciderai pularitas bangsa, apalagi sampai memicu hadirnya isu-isu SARA (Suku, Agama dan Ras). Tak hanya dari kalangan mahasiswa, menurut Asmin, aksi unjuk rasa ini juga dilakukan oleh sebagian warga Gorontalo yang berdomisili di Makassar.

“Pokoknya kami mendesak Badan Kehormatan (BK) agar menindaki HM Yunus, karena sudah di luar dari cerminannya sebagai seorang wakil rakyat,” tegas Asmin.

Ketua komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir yang menerima aspirasi para demonstran itu mengatakan, dalam hal ini pimpinanlah yang paling berwenang mengambil keputusan.

Menurutnya, dirinya tak memiliki wewenang untuk melakukan pemanggilan terhadap legislator Fraksi Hanura HM Yunus. “Di sini saya hanya menerima aspirasi saja. Saya pun bukan anggota Badan Kehormatan, jika yang dituntut itu adalah legislator Golkar saya pastikan akan segera bertindak memanggilnya,” jelasnya, di ruang rapat Banggar.

Tapi hal tersebut tak mendapat respon yang baik dari para demonstran. Mereka tetap menuntut jika bukan HM Yunus yang dihadirkan, paling tidak salah satu legislator fraksi Hanura yang bisa menerima aspirasi FBI.

Namun, Wahab Tahir tetap menjanjikan akan segera meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan, dalam hal ini Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta. “Beliau lah (Farouk M Betta) yang memiliki wewenang untuk meneruskannya ke Badan Kehormatan,” tegas legislator fraksi Golkar ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Hanura DPRD Makasaar, HM Yunus membantah bahwa dia telah melakukan pelecehan atau tidak membenarkan tuduhan pengunjuk rasa tetang penghinaan yang dilakukan di Rumah Makan Ayam Goreng Sulawesi.

[NEXT-RASUL]

“Itu sama sekali fitnah, bahkan tuduhan itu terjadi tiga bulan lalu, kenapa baru sekarang dipersoalkan, ada apa ini?,” ujarnya.

Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan ini menjelaskan, yang terjadi di Rumah Makan Ayam Goreng Sulawesi pada bulan lalu itu tidak seperti apa yang dituduhkan. Pada pertemuan itu, Fraksi Hanura DPRD Makassar dan beberapa pengurus membicarakan program pemerintah Kota Makassar. Sehingga ia tidak menampik jika gerakan ini merupakan gerakan pesanan untuk menjatuhkan dirinya di Muscab Hanura Makassar.

“Silahkan nilai sendiri, karena pembicaraan disitu bersama fraksi Hanura tidak seperti apa yang dituduhkan,” jelas HM Yunus. (E)


div>