RABU , 19 DESEMBER 2018

Legislator Jeneponto Sayangkan Persekusi yang Dilakukan Oknum DPRD Samarinda

Reporter:

Iskanto

Editor:

Kamis , 20 September 2018 14:34
Legislator Jeneponto Sayangkan Persekusi yang Dilakukan Oknum DPRD Samarinda

Andi Baso Sugiarto

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Beredar sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang memperlihatkan persekusi yang diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Samarinda kepada dua orang yang berboncengan dengan memakai kaos #2019GantiPresiden.

Tiga anggota DPRD Samarinda ini juga meminta untuk melepaskan kaos tersebut. Bahkan salah satu dari tiga anggota DPRD ini diduga mengucapkan kata – kata yang tidak pantas.

Menanggapi kejadian tersebut Legislator Partai Gerindra asal Kabupaten Jeneponto, Andi Baso Sugiarto menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Samarinda.

“Ini negara demokrasi, kaos dengan tagar #2019GantiPresiden tidak melanggar konstitusi. Kalau terjadi persekusi itu merupakan pembunuhan demokrasi di Indonesia,” jelas dia, Kamis (20/9).

Dia mengatakan bahwa yang penting tagar ini tidak makar, Bawaslu pun tidak melarang tagar ini, yang bisa melarang tagar ini adalah penyelenggara. Dia mengganggap ini spontanitas, masyarakat sudah pintar melihat kondisi negara.

“Demokrasi itu dilindungi oleh Undang – undang. Dengan adanya pesta demokrasi wajar saja kalau ada yang menggunakan tagar #2019GantiPresiden. Kan ada dua Paslon Presiden, kemudian tagar ini tidak menyudutkan paslon tertentu,” kata dia.

Dia juga menegaskan, jika kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Jeneponto maka dirinya akan menuntut oknum – oknum yang melakukan tindakan persekusi.

” Kami menyayangkan persekusi yang dilakukan di Samarinda ini. Kan ada hukum. Kalau ini terjadi di Kabupaten Jeneponto, kami akan menuntut, ini adalah suatu tidak pidana yang melarang demokrasi seseorang maupun kelompok. Saya akan mengecam keras kalau kejadian ini terjadi di Kabupaten Jeneponto,” tegas dia. (*)


div>