KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Legislator Kompak Bidik Pilkada

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 02 April 2016 10:00
Legislator Kompak Bidik Pilkada

int

MAKASSAR, Rakyatsulsel.com – Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kerap dimanfaatkan legislator di DPRD untuk ikut terlibat. Baik sebagai peserta maupun tim pemenangan.

Pada Pilkada Serentak 2017 dan 2018 mendatang beberapa Anggota DPRD Sulsel mulai teridentifikasi untuk ikut mencalonkan. Bahkan beberapa diantaranya mulai pasang kuda-kuda dan bersosialisasi.

Salah satu alasan menjamurnya legislator yang berniat maju pada Pilkada nantinya adalah karena telah memiliki basis massa. Bukan hanya itu, alasan lain menjadi tren dikalangan legislator tersebut adalah akan kembali untuk membangun daerahnya.

Adapun legislator Sulsel yang disebut-sebut akan maju pada beberapa Pilkada 2017 dan 2018 mendatang antara lain anggota Komisi A seperti Yagkin Padjalangi dan Anwar Sadat. Anggota Komisi B Yusran Paris, Alimuddin, Rusdin Tabi, Husmaruddin, dan Hengki Yasin.

Lalu ada Anggota Komisi C seperti Jamaluddin Jafar dan Suzanna Kaharuddin. Anggota Komisi D seperti Rudy P Goni, Ikrar Kamaruddin, Syamsuddin Karlos dan Sugiarti Mangun Karim. Anggota Komisi E seperti Andi Enre Cecep Lantara, Ali Usman, Abdullah Tappareng, dan Irwan Hamid.

Diketahui sebelumnya, khusus Pilkada serentak 2017 hanya akan digelar di Takalar. Sementara pada Pilkada 2018 sedikitnya ada 12 kepala daerah yang akan habis masa jabatannya seperti Makassar, Bantaeng, Jeneponto, Sinjai, Bone, Wajo, Palopo, Luwu, Enrekang, Sidrap, Pinrang, dan Parepare. Termasuk didalamnya Pilgub Sulsel.

[NEXT-RASUL]

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Andi Sugiarti Mangun mengatakan sudah memastikan akan maju pada Pilkada Bantaeng mendatang. Ia menilai, sudah saatnya akan kembali membangun kampung halamannya di Bantaeng.

“Jujur saja saya sudah siap untuk kembali untuk membangun Bantaeng, sebab siapa lagi yang akan membangun kampung halaman saya kalau bukan saya sendiri,” kata Andi Sugiarti, Jumat (1/4).

Ia menambahkan, telah membentuk Tim Pemenangan di Bantaeng. Bahkan, kata dia, Timnya saat ini telah sampai tingkat desa dan lurah. Ia juga mengaku telah melakukan komunikasi politik dengan beberapa Partai Politik (Parpol) di Sulsel.

“Sebagai bentuk keseriusan saya dalam bertarung pada Pilkada Bantaeng, saya telah membentuk Tim hingga tingkat desa dan lurah, saya juga telah melakukan komunikasi politik pada beberapa partai di Sulsel,” ujar Andi Sugiarti.

Sementara Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulsel, Abdullah Tappareng mengatakan belum memikirkan akan maju atau tidak pada Pilkada Pinrang 2018. Menurutnya, ia masih fokus pada jabatannya sebagai anggota DPRD Sulsel.

“Saya belum memikirkan itu, karena kan masih lama juga, yang jelas saya masih fokus sebagai anggota DPRD Sulsel,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Ia menambahkan, peluangnya untuk maju di Kabupaten Pinrang cukup terbuka karena elektabilitas dan popularitasnya di Pinrang cukup baik. Menurutnya, untuk menjadi kepala daerah alias Bupati sangatlah berat.

“Kalau berbicara peluang, yah pasti ada, sebab saya berada di DPRD Sulsel kan karena pemilih saya berasal dari Pinrang, tapi saya kira untuk menjadi Bupati itu sangat berat pertanggung jawabannya. Saya bisa merasa bukan merasa bisa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, lebih memilih akan melenggang ke Senayan daripada akan menjadi Bupati di Pinrang. “Saya lebih memilih akan ke Senayan dari pada bercita-cita menjadi Bupati di Pinrang,” ungkapnya.

Politisi Partai Amanah Nasional (PAN), Syamsuddin Karlos mengatakan sudah siap untuk bertarung pada Pilkada Kabupaten Jeneponto pada 2018 mendatang. Ia mengaku, telah tahu seluk beluk seluruh daerah berjuluk Turatea tersebut.

“Saya sudah siap kembali untuk membangun Jeneponto, saya paham betul apa yang menjadi keinginan masyarakat Jeneponto sebab saya pernah juga menjadi legislator di sana,” ujarnya.

Selain itu, ia optimis akan memperbaiki pendapatan masyarakat kabupaten Jeneponto. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan memperbaiki pengairan pertanian yang ada di Jeneponto.

[NEXT-RASUL]

“Saya yakin bisa menaikkan pendapatan masyarakat Jeneponto, salah satu caranya adalah dengan memperbaiki irigasi pertanian yang ada di sana, sehingga ketika dulu petani hanya melakukan panen sekali setahun dengan penghasilan Rp 15 juta/tahun maka ketika irigasinya bagus bisa menjadi 2 kali panen itu artinya penghasilan petani akan menjadi Rp 30 juta/tahun,” jelasnya.

Menanggapi banyaknya Anggota DPRD Sulsel yang ingin terjun ke percaturan kepala daerah 2017 dan 2018 mendatang, Pakar politik Universitas Hasanuddin (Unhas)Makassar, Adi Suryadi Culla menyebutkan hal tersebut sangat wajar. Sebab mereka para politisi memang siap terjun dalam dunia politik.

“Sebenarnya wajar karena politisi yang duduk di kursi DPRD hadir dari partai politik, apalagi dalam UU setiap warga negara bebas dan punya hak dipilih dan memilih,” ujarnya.

Menurut Adi Suryadi, jika Anggota DPRD ikut terjun dalam pemilihan kepala daerah, harus mematuhi aturan yang ada di dalam PKPU. “Aturan dalam PKPU jelas jika politisi atau PNS ingin mencalonkan diri dalam pilkada harus mengundurkan diri, jadi ketika kembali ke DPRD harus mengundurkan diri sebelum bertarung,” tuturnya.

Adi Suryadi berpendapat, salah satu faktor yang menyebabkan DPRD terjun mencalonkan diri sebagai kepala daerah yakni ingin membangun daerahnya sendiri dan mensejahterakan masyarakat di daerah tempat kelahirannya.

“Tentu memang selain ingin mensejahterakan rakyat, hal lain juga mereka ingin menguasai daerahnya sendiri tanpa dikuasai oleh orang lain,” sebutnya.

[NEXT-RASUL]

Dia menambahkan, memang faktanya, ketika para politisi DPRD sudah dipercayakan duduk di kursi mewakili rakyat tak puas sehingga ingin terjun ke kepala daerah meski ada jabatan yang masih dipangku.

“Banyak kejadian, sudah dipercayakan duduk di kursi DPRD dengan jabatan yang baik, merasa tak puas ingin lagi menjabat yang lebih besar, ini fakta terjadi di hampir semua daerah,” tutupnya. (E)


div>