SELASA , 16 OKTOBER 2018

Legislator Magetan Apresiasi JKN Gowa

Reporter:

Muchtar Suma

Editor:

Lukman

Selasa , 22 Mei 2018 22:00
Legislator Magetan Apresiasi JKN Gowa

Kadis Dinkes Gowa, dr Hasanuddin memberi penjelasan terkait penerapan sistem JKN yang diterapkan Pemkab Gowa.

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gowa terus mengawal program pemerintah di bidang kesehatan.

Hal ini dilakukan guna memberi layanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat Gowa yang berjumlah sekitar 763 ribu jiwa.

Kepala Dinkes Gowa, dr H Hasanuddin mengatakan, pihaknya memiliki sarana kesehatan E-KTP di Gowa yang tersebar di seluruh PKM.

“Melalui sarana kesehatan E KTP yang kami miliki, 26 PKM terdiri 12 di dataran tinggi dan 14 di dataran rendah dimana 13 sudah terakreditasi dan 10 sementara proses tahun ini, jadi sisa 3 yang belum siap memberi layanan kesehatan tingkat pertama,” ujar Hasanuddin.

Lebih lanjut dijelaskan, Ketua IDI Kabupaten Gowa ini, bahwa pelayanan kesehatan di Gowa dilakukan dalam bentuk integrasi BPJS setelah pada 2017 Mahkamah Konstitusi (MK) memerintah Pemkab Gowa kembali ke BPJS setelah sempat keluar pada 2016.

“Kesehatan gratis mulai diterapkan di Kabupaten Gowa pada 2008 lalu dan setahun kemudian dilahirkan Perda nomor 4/2009 tentang Kestis yang hanya menggunakan E KTP dan KK tanpa memungut biaya sepeserpun saat berobat di rumah sakit sebelum kembali ke integrasi BPJS pada perubahan APBD 2017 lalu atas perintah MK,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Jateng, Abas mengapresiasi penjelasan dari Dinkes Gowa.

“Kami mendapatkan penjelasan begitu gamblang dan ini akan menjadi reperensi bagi kami. Tidak sia-sia menjadi Gowa lokus kunker teman-teman anggota DPRD Magetan,” ujarnya di sela-sela diskusi.

Saat ini peganggaran JKN melalui BPJS APBN, BPJS APBD, Segmen Mandiri, PPU Pemerintah dan swasta di Kabupaten Gowa berkisar Rp 23 Miliar per tahun dengan jumlah kepesertaan sebanyak 225 315 orang lewat APBN dan 129 ribu melalui APBD I dan II. (*)


div>