JUMAT , 27 APRIL 2018

Legislator Pesimis Pedagang Tempati Lods di Pasar Sentral Sebelum Ramadan

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 April 2018 11:30
Legislator Pesimis Pedagang Tempati Lods di Pasar Sentral Sebelum Ramadan

Kantor DPRD Makassar. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kemelut yang masih terjadi antara Pedagang Pasar Sentral dengan PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) hingga saat ini masih terus bepolemik. Kedua belah pihak (pedagang dan MTIR) masing-masing tidak ada yang mau mengalah.

Hal ini pun mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar, Wahab Tahir, yang mengatakan terakhir persoalan pedagang yang masih bertahan menjual di luar area gedung New Makassar Mall, akibat tidak adanya penyelesaian yang jelas persoalan kepastian harga jual resmi lods yang ada di dalam gedung New Makassar Mall.

Hal tersebut lantaran masing-masing pihak tidak ada yang mau mengalah, sementara di sisi lain, pemerintah kota yang dinilai bisa bertindak selaku penengah, juga tak mampu memberikan solusi konkret terkait persoalan tersebut.

Olehnya itu, legislator asal fraksi Golkar ini juga meragukan bahwa memasuki ramadan nanti para pedagang sudah bisa masuk semua dan menempati kios yang disiapkan. Hal tersebut mengingat masih banyak para pedagang yang masih ditahan oleh pihak MTIR, karena mereka belum membayar uang muka atau angsuran pertama untuk mendapatkan kios masing-masing.

“Kita tidak tahu apakah bulan ramadan ini akan masuk semua atau tidak. Karena sampai sekarang, mereka itu masih persoalkan harga kiosnya. Jadi MTIR belum bisa masukkan sebelum sepakat,” ungkapnya.

Wahab berharap, MTIR bisa segera merelokasi para pedagang agar bisa masuk dulu ke dalam gedung New Makassar Mall, agar saat bulan ramadan nanti tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar mall.

“Ia kita berharap mereka masuk mi saja dulu, persoalan harga itu bisa di bicarakan belakangan. Kalau keduanya bicarakan baik-baik dan bernegosiasi pasti ada solusinya,” katanya.

Sementara, Ketua Assosiasi Pedagang Pasar Sentral Makassar (APPSM ), H Andi Parenrengi, mengatakan seluruh pedagang yang sebelumnya menolak masuk ke lokasi pasar sentral, telah berniat masuk ke Makassar Mall. Hanya saja, pihak MTIR kembali terkesan menghalangi karena menolak menyerahkan kunci kepada para pedagang tersebut.

“Kalau kita tanya kenapa sampai sekarang seperti itu (belum masuk semua), tentu para pedagang mengharapkan masuk secepatnya, apalagi jelang ramadan tahun ini. Cuman kendalanya, ini pemilik PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), John masih menahan kunci lapak para pedagang,” jelasnya.

Alasannya, MTIR menolak memberikan kunci, nanti setelah pedagang membayar. Sementara, para pedagang juga bersikukuh mereka diizinkan masuk terlebih dahulu dan menempati kios yang ada, baru setelah itu membicarakan harga dan akad kreditnya.

“Maunya pedagang bahwa nanti kita didalam baru kita akan bayar, tapi pak Jhon sebagai owner MTIR, tidak mau memberikan itu. Seandainya MTIR dari awal bersedia masukkan saja dulu, sudah lama mi semua pedagang ini masuk dan tidak berlarut-larut seperti ini,” jelasnya.

Parenrengi juga mengatakan jika para pedagang meminta dimasukkan dulu sebab mereka ingin diberi kelonggaran untuk bisa berjualan dulu, sembari mengumpulkan dananya untuk kemudian dibayarkan kepada MTIR.

“Tapi keinginan MTIR kita harus akad kredit dulu, sementara pedagang bersikeras tidak mau. Pedagang maunya masuk dulu, katena dimana pedagang mau ambil uang untuk menutupi biaya angsuran,” kuncinya. (*)


div>