SENIN , 16 JULI 2018

Legislator Sebut Biaya Tes Kesehatan Cakepsek Rasional

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 11 Februari 2016 15:27

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Komisi D bida Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Mudzakkir Ali Djamil menilai jika beban kepada calon kepsek (Cakepsek) untuk tes kesehatan sangat wajar.

Mudzakkir Ali Djalmil menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp 800 juta yang digelontorkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk proses seleksi cakepsek, tidak termasuk dengan tes kesehatannya.

“Anggaran itu tidak temasuk tes kesehatan,” ungkapnya saat dikonfimasi, Kamis (11/2).

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menilai biaya yang dibebankan kepada cakasek sebesar Rp 890 ribu perorang, bukan termasuk pungutan tapi mereka membiayai dirinya masing-masing untuk mengikuti tes kesehatan.

“Itu bukan pungutan tapi mereka yang datang ke RSUD untuk cek kesehatan kemudian membayar sesuai dengan yang berlaku di RS. Jadi Pemkot tidak memungut biaya dana dari cakepsek,” kata dia.

Seperti diketahui, Pemkot Makassar telah menganggarkan sebesar Rp 800 juta untuk proses seleksi cakasek. Sementara, pada tahap tes kesehatan, sebanyak 435 orang di harus mengeluarkan dana untuk tes tersebut sebesar Rp 890 ribu perorang.

Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh mengatakan, para calon kepala sekolah lingkup SD, SMP, dan SMA/K yang lulus uji publik, akan dilanjutkan ke tes kesehatan.

“Minggu depan, tes urine cakepsek di RS Daya. Biaya Rp 890 ribu perorang. Biaya ditanggung sendiri. Biaya tersebut untuk makan minum para medis dan tim Badan Narkotika (BNK) dan tim medis selama tes berlangsung,” ujarnya.

Berbeda halnya dengan sesama Legislator PKS, sebelumnya Iqbal Djalil menegaskan rencana tes kesehatan dan tes urine setelah uji publik tidak efektif lagi dilakukan sebab jika berkeinginan untuk melakukan tes kesehatan seharusnya pemerintah kota melakukannya di awal-awal pendaftaran sebelum memasuki tes.

“Bukan masalah biaya tes kesehatan dan tes urine yang dibebankan kepada Cakepsek saat ini tapi kenapa tidak saat diawal saja dilakukan tes kesehatan, ini sudah tidak efektif lagi dilakukan,” jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Makassar, ini menilai jika rencana tes kesehatan ini akan tetap dilakukan akan memakan waktu yang panjang lagi. “Panjang lagi ini proses rekriutmennya kalau mau uji kesehatan, pokoknya saya tidak setuju jika dilakukan tes kesehatan saat ini,” ujarnya.

Ia juga menuturkan dalam syarat rekriutmen, tidak ada persyaratan bahwa calon kepsek harus melalui tes kesehatan terlebih dahulu. “Kalau mau diawal kenapa baru sekarang mau tes kesehatan lagi, dan syarat juga tidak ada aturan untuk penyelenggaran tes kesehatan dan saya kira calon kepsek juga tahu jika kesehatannya tidak bagus maka mereka tidak mungkin mengajukan diri,” tambahnya.


div>