RABU , 12 DESEMBER 2018

Legislator Senayan Perkenalkan Manfaat Nuklir di Takalar

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Sabtu , 03 Maret 2018 20:58
Legislator Senayan Perkenalkan Manfaat Nuklir di Takalar

int

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Tamsil Linrung, memperkenalkan manfaat tenaga nuklir dalam bidang pertanian di Kabupaten Takalar, Sulsel.

Komisi VII yang memang bergelut dalam bidang energi sumber daya mineral, riset dan teknologi, dan lingkungan hidup ini memfasilitasi sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan (Litbang) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Di UPT Balai Produksi Benih Tanaman Pangan Takalar, Sabtu (3/3).

Dalam kesempatan itu, Tamsil Linrung menuturkan, jika nuklir memiliki manfaat. Salah satunya di bidang pertanian.

“Jangan membayangkan bahayanya. Biasanya orang akan kaget mendengar kata nuklir. Tapi jangan salah, nuklir juga banyak manfaatnya,” tutur Tamsil.

Misalkan, kata Tamsil, ada benih padi unggul dari Batan. Benih tersebut merupakan dedikasi nuklir dari hasil penelitian Batan. Teknologinya diklaim bisa meningkatkan produktivitas padi.

Sesuai informasi yang diperoleh, kata Tamsil, produksi padi Takalar mencapai 5,2 ton per hektare dan memberikan kontribusi Rp560 miliar setiap tahun. Dengan penerapan benih padi Batan bisa meningkat lebih dari 9 ton.

“Belum lagi jika irigasi dikembangkan dgn baik. Bisa panen beberapa kali dalam setahun,” katanya.

Dengan demikian, aset pertanian akan ikut meningkat pula. DPR, lanjutnya, berupaya mendorong pemerintah pusat untuk memberikan priotitas peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian.

Tamsil juga berkomitmen mengintegrasikan pertanian dengan sektor lain, seperti bidang peternakan. Bahkan, dia akan mengajak lembaga dan kementerian apapun untuk memberikan bantuan.

“Saya selalu berusaha memperjuangkan nasib para petani. Karena itu, setiap kali ada kesempatan untuk memfasilitasi para petani dengan hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani, saya selalu hadir,” tandas Tamsil.

Sementara itu, Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir Nasional Batan, Hendig winarno mengatakan, Batan merupakan lembaga non kementerian. Batan bertanggungjawab langsung kepada Presiden.

“Batan bertujuan untuk kemasyarakatan dan kesejahteraan. Ada kesepakatan nuklir untuk kemaslahatan,” katanya.

Batan juga memiliki banyak tugas. Tugasnya mengembangkan manfaat nuklir dalam berbagai bidang, seperti energi, kesehatan, industri, perternakan, pertanian dan sektor lain.

Di bidang pertanian, dia memberikan contoh pada benih padi yang sering terkena radiasi matahari. Batan juga memiliki sinar radiasi gamma.

“Sekali disinari benih padi berubah, bisa berubah tidak baik dan baik. Kita ambil yang berubah baik,” jelasnya.

Alat tersebut juga bisa menyeleksi umur padi, padi yang memiliki produktivitas tinggi, tahan hama wereng, batang yang kokoh dan manfaat lainnya. (*)


div>