MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Legislator Sulsel Ini Kunjungi Keluarga Disabilitas di Maros

Reporter:

Lukman

Editor:

Rabu , 28 Februari 2018 19:11
Legislator Sulsel Ini Kunjungi Keluarga Disabilitas di Maros

Legislator Sulsel Andi Muhammad Irfan AB saat mengunjungi keluarga disabilitas di Maros.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel bersama tim terpadu dari Dinas Sosial Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melakukan tinjauan langsung terhadap keluarga disabilitas yang berada di Dusun Tala-tala Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Rabu, 28 Februari 2018.

Legislator asal Kabupaten Maros dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Muhammad Irfan AB yang terkenal memiliki jiwa sosial tinggi tersebut kembali memperlihatkan kinerja nyatanya dalam memperjuangkan kehidupan masyarakat yang kurang mampu.

Dalam kunjungannya tersebut ia mengungkapkan jika Daeng Halim ini mengalami keterbelakangan mental dan harus menghidupi keluarganya yang juga mengalami disabilitas.

Menurut dia, keluarga ini memang harus diperhatikan oleh pemerintah karena DPRD Provinsi Sulsel telah menetapkan peraturan daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pelayanan Penyandang Disabilitas.

“Penyandang disabilitas berhak untuk mendapat bantuan dan perlindungan dari pemerintah, demikian juga pemerintah berkewajiban untuk membantu dan melindungi kaum disabilitas, kita sudah atur tersbut dalam Perda, makanya kita tinjau langsung keluarga Daeng Halim,” jelasnya.

Irfan AB yang juga merupakan wakil ketua dewan pengurus wilayah (DPW) PAN Sulsel ini juga menceritakan hasil kunjungan yang bertujuan untuk melihat dari dekat kondisi penyandang disabilitas tersebut memak layak bahkan wajib untuk dibantu oleh pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Dari hasil kunjungan disimpulkan jika anak dari Daeng Halim, Liana mengalami disabilitas, anak kedua Feri mengalami lumpu layu dan kekurangan gizi serta dinilai mengalami disabilitas berat dan yang terakhir Ali mengalami Autis, sedangkan istri daeng halim, Mantang juga mengalami kebutaan atau tuna netra salah satu matanya,” jelasnya.

Maka dari itu, Irfan AB bersama Biro Kesejahteraan Sosial Provinsi Andi Hasnul. H, Dinas Sosial Pemprov Sulsel, Muhamammad Bakri, Dinas Sosial Pemda Maros, Hawang serta Dinas Kesehatan Pemda Maros, ST. Nurbaya, akan langsung membantu keluarga disabilitas tersbut secara berkesinambungan.

“Berdasarkan temuan itu, maka dinas sosial provinsi akan memberi bantuan berkesinambungan kepada yang mengalami disabilitas berat, untuk anak Daeng Halim yang mengalami autis dapat dimasukkan ke panti autis yang khusus mendidik anak pengidap autis yang difasilitasi oleh Dinas Sosial. Untuk kebutuhan itu Dinas Sosial Maros dan Provinsi telah mengambil data kartu keluarga dari Daeng Halim,” ungkapnya.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia Dinas Sosial Pemprov Sulsel, Muhammad Bakri sangat mengapresiasi kerja nyata yang dilakukan oleh Angota DPRD Sulsel Andi Muhammad Irfan AB.

“Luar biasa beliau (Irfan AB, Red) ia mampu melakukan perjalanan bersama kami dengan mendaki gunung kurang lebih 2 kilometer dengan medan yang berat, saya kasih beliau dua jempol karena beliau turun langsung untuk bekerja mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu,” bebernya.

Bakri melanjutkan, dalam kunjungan awal tersebut, pihaknya akan melakuka pendataan untuk nantinya akan diberikan bantuan langsung oleh pemerintah pusat melalui kementerian sosial.

“Kita lakukan pendataan terlebih dahulu, nanti datanya tersbut akan kita rekomendasikan kepada kementerian sosial untuk mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Bakri menambahkan, bantuan yang akan diterima oleh keluarga disabilitas tersebut akan melalui program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) Kementerian Sosial.

“Nantinya kalau sudah mendapatkan persetujuan, keluarga tersebut akan mendapatkan jaminan hidup sebesar Rp300 ribu per bulan yang akan dibayarkan per triwulan melalui Bank BNI, sementara untuk anaknya yang mengidap autis kita masih menunggu persetujuan orang tuanya untuk disekolahkan di sekolah autis milik Kementerian Sosial yang berada di Palu Sulawesi Tengah,” jelasnya. (*)


div>