• Minggu, 31 Agustus 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

LEI: Impor Bawang Justru Matikan Petani Lokal

Selasa , 12 Maret 2013 15:48
Total Pembaca : 276 Views

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kebijakan pemerintah untuk mengimpor bawang putih guna menstabilkan harga dinilai sebagai bentuk kegagalan pemerintah dalam membangun petani yang mandiri.

Ketua Lembaga Economic Institute (Center of Political Economy and Finance), Bahtiar, mengatakan, impor pangan khususnya bawang yang dilakukan oleh pemerintah adalah bentuk disorientasi kebijakan. Hal itu pula bisa berdampak mematikan produktifitas para petani lokal.

“Kebijakan impor pangan adalah bentuk kegagalan pemerintah untuk menciptakan kedaulatan pangan. Seharusnya pemerintah melakukan terobosan untuk memberdayakan produktifitas petani lokal kita,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (12/3).

Kandidat Doktor dibidang Ekonomi Politik Unhas ini, mengatakan, jika resourch utama Indonesia ada pada pangan. Jadi, tidak sepantasnya pemerintah melakukan impor.

Menurut aktivis HMI ini, pemerintah seharusnya memperbaiki infrastruktur pangan, agar para petani lokal bisa diberdayakan, sehingga mereka mampu meningkatkan produktifitas dan menghasilkan produk pangan yang berkualitas dan berkecukupan.

“Saya juga menilai jika MP3EI saat ini belum maksimal, sehingga wajar jika terjadi krisis pangan di negeri yang memiliki resourch pangan,” cetusnya.

Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih sebanyak 29.136 ton atau hanya 18,21 persen dari rekomendasi Kementerian Pertanian sebanyak 160.000 ton bawang putih.

Rencananya, impor bawang putih itu akan dilakukan oleh 16 importir dari sekitar 114 importir yang terdaftar di Kementerian Perdagangan. Saat ini, masih dalam proses 26 perusahaan importir lainnya yang akan menyusul guna melakukan impor bawang putih. Komoditas itu akan diimpor dari China dan India.


Penulis: Fatir
Editor: Mulyadi Abdillah