RABU , 21 NOVEMBER 2018

Lelang Jabatan, Sarkawi: Sebaiknya Tunggu Bupati Definitif

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 10 Januari 2016 14:36

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lutim, Sarkawi Hamid, mempertanyakan proses lelang jabatan yang akan dilakukan oleh bupati Plt Irman Yasin Limpo. Sarkawi mengatakan, untuk melakukan lelang jabatan, seharusnya menunggu bupati Luwu timur definitif dilantik. Dia menilai, lelang jabatan yang akan dilakukan Irman YL terkesan dipaksakan dan sangat terburu-buru.

“Sebaiknya kita tunggu bupati defenitif, untuk melakukan proses lelang jabatan. Sebaiknya pemerintahan transisi tidak perlu menguras energi dan waktu untuk mempercepat kegiatan tersebut,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra ini, Minggu (10/1).

Menurut Sarkawi, ada 3 formasi jabatan eselon II yang akan dilelang yaitu kepala BPKD, Asisten I Bidang pemerintahan dan staf Ahli bidang Hukum. Proses lelang dianggarkan dalam APBD tahun 2016 melalui DPA BPKD yang saat ini dipimpin oleh Noviya Syahriani selaku sekretaris sekaligus pelaksana tugas kepala BPKD Luwu Timur.

“Masih banyak permasalahan yang lebih mendesak dan membutuhkan penanganan seperti pemadaman listrik yang mulai marak lagi, penyakit DBD yang sudah mewabah secara massif dan masuk kategori kejadian luar biasa, atau serta persoalan penyebaran Kartu sehat BPJS yang sudah meresahkan masyarakat miskin karena adanya pungutan biaya dilakukan Puskesmas dan Rumah sakit,” ujar Sarkawi.

Menurut Sarkawi, jabatan eselon II yang masih lowong tersebut belum terlalu mendesak untuk diisi saat ini. “Kitakan sudah memiliki bupati terpilih, tinggal menunggu proses pelantikan yang direncanakan pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. Jadi rasanya sangat bijaklah bila kita semua bisa bersabar menanti bupati definitif. Kan ini semua tentu akan berimplikasi pada pemerintahan yang akan datang,” kata ketua Komisi II DPRD Lutim ini.

Hal yang sama dikatakan Muhammad Hasbi dari Lembaga eLTim Wacth. Dia menyayangkan Pemerintah Luwu Timur yang dinilai terlalu terburu-buru untuk melakukan proses lelang jabatan.

“Kenapa mesti terburu-buru melakukan proses lelang jabatan. Tidak ada salahnya menunggu pelantikan bupati definitif, baru kita lakukan proses lelang jabatan,” kata Muhammad Hasbi.


div>