SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Lelang Rumah Sepihak, Dewan akan Panggil Bank Mega

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 08 September 2015 17:21

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rapat dengar pendapat (RDP) gabungan komisi A dan B bersama Aliansi ormas se-Kota Makassar dan pihak Bank Mega, sedianya dilaksanakan Selasa (8/9). Namun dengar pendapat itu batal terlaksana, karena pihak Bank Mega tidak hadir.

Seperti diketahui, rapat dengar pendapat ini dilakukan untuk menyikapi permintaan Aliansi Ormas Se- Makassar kepada DPRD Makassar untuk memanggil pihak Bank Mega. Bank Mega diduga telah melakukan kecurangan dengan melelang secara sepihak rumah salah seorang nasabah Bank Mega, bernama Nirwan Mangisa di kompleks Unhas Antang. Rumah itu senilai Rp,1,5 M, namun dari hasil pelelangan yang dilakukan Bank Mega, disebut hanya senilai Rp 230 juta.

Anggota Komisi B, Sampara Sarip menyayangkan sikap Bank Mega yang secara sengaja tidak menghadiri upaya mediasi yang dilakukan komisi A dan B. Karena itu, kata Sampara, Komisi gabungan A dan B akan memanggil ulang pihak Bank Mega, agar masalah dengan nasabahnya cepat diselesaikan.

“Terpaksa rapat kita tunda, karena pihak Bank Mega tidak hadir. Kita akan upayakan untuk melakukan pemanggilan ulang ke pihak Bank Mega,” ucap Sampara Sarip, di ruang kerjanya, Selasa (8/9).

Sampara Sarip menambahkan, upaya RDP bertujuan untuk mendengarkan penjelasan kedua belah pihak agar bisa menemukan jalan keluar. “Tugas kami hanya memediasi, bukan penentu kebijakan. Kami berharap melalui RDP ini, kedua belah pihak dapat menemukan sebuah solusi sehingga tidak ada yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Senada dengan penjelasan Sampara, anggota Komisi B lainnya, Yenny Rahman juga menyayangkan sikap Bank Mega yang tanpa konfirmasi, tidak menghadiri undangan dewan. Padahal pemanggilan ini hanya bertujuan hearing dengan pihak terkait. “Kami ini bukan eksekutor. Kami hanya berusaha memediasi,” ujar Yenny.


div>