MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Lembaga Pers Mahasiswa Dikekang, “Curhat” di Warkop

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 19 September 2015 23:51

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Kebebasan berpendapat dan berekspresi oleh lembaga pers mahasiswa kian terancam di masing-masing kampus di Makassar. Hal inilah yang menjadi landasan topik diskusi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Makassar di Warkop 88, Jalan Saripah Makassar, Sabtu malam (19/9/15).

Sekretaris Jenderal PPMI Nasional Abdus Somad mengatakan kebebasan berpendapat dan berekspresi saat ini sangat miris. Ia mencontohkan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Poros asal Yogyakarta yang belum lama ini dibredel pihak kampus karena penerbita berita pemasukan anggaran kampus.

Contoh lain, kata dia, LPM asal Universitas Negeri Jakarta yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dasar penuduhan pencemaran nama baik.

“Lewat diskusi inilah kita perjuangkan dan menyuarakan kebebasan berpendapat dan ekspresi pers mahasiswa di kampus,” ujarnya.

Sementara Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar Ali Rahangiar berpendapat persma harus melihat kecenderungan pers mahasiswa melihat kedudukan pers mainstream yang pemberitaannya sebagian besar bersifat seremonial dan minim kritik.

“Pers mahasiswa harus mengambil posisi di situ. Harus membaca dan menempatkan diri,” kata Ali.

Menurutnya, peran pers mahasiawa saat ini memang membutuhkan penguatan. “Sedikit-sedikit kalau kritik, dituduh mencemarkankan nama baik,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Ia pun mengimbau pers mahasiswa jangan memisahkan diri dari problem sosial. “Jangan hanya memberitakan masalah fasilitas kampus, SPP, beasiswa dan sebagainya,” imbaunya.

Terpisah, Sekjen PPMI Kota Makassar Irwan Sakkir menjelaskan diskusi tersebut merupakan rangkaian acara dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPMI Nasional yang berpusat di Makassar 28 September mendatang.

Menurutnya, posisi pers mahasiswa saat ini kurang jelas. Pasalnya, kenyataan pada saat di lapangan seakan-akan terdapat perbedaan level.

“Posisi kurang jelas ini, pers mahasiswa cenderung dikucilkan pada saat di lapangan. Padahal kalau dalam dunia jurnalistik, pekerjaan kita sama,”

Selain itu, diskusi ini pun dirangkaikan Deklarasi Forum Aktivis Alumni (FAA) PPMI Makassar.

Zirul Haq, Deklator FAA PPMI Nasional, menjelaskan FAA sendiri sudah dideklarasikan pada 24 Januari 2015 di Pancoran, Jakarta. Sehingga, kata dia, Deklarasi malam ini deklarasi PPMI Kota Makassar.

“Pentingnya membentuk Forum Alumni adalah untuk menjaga jangan sampai PPMI terlibat dalam sebuah kepentingan, khususnya politik,” ujarnya.

 


div>