JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Lemhanas RI Gandeng 100 Tenaga Pendidik Sebarkan Nilai Kebangsaan

Reporter:

Editor:

MD

Rabu , 04 April 2018 12:52
Lemhanas RI Gandeng 100 Tenaga Pendidik Sebarkan Nilai Kebangsaan

Deputy Bidang Pemantapan Nilai -Nilai Kebangsaan Lemhanas RI, Mulyatno mengabadikan moment bersama sejumlah tenaga pelajar disela pelatihan, di Hotel Clarion Makassar, Selasa (3/4).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 100 orang tenaga pendidik, seperti dosen, guru dan widyaiswara di Provinsi Sulawesi Selatan disasar Lemhanas RI untuk menjadi peserta Pelatihan Pengajar Training of Trainers (ToT) Nilai-Nilai Kebangsaan. Kegiatan ini bakal digelar selama 9 hari di Hotel Clarion Makassar.

Deputy Bidang Pemantapan Nilai -Nilai Kebangsaan Lemhanas RI, Mulyatno mengatakan, ada beberapa hal yang mendasar dan dalam mengimplementasikannya bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat atau peserta didik masing-masing sehingga sasarannya kali ini para tenaga pendidik.

Selain itu karena profesi yang mempunyai fungsi pendidikan dan semua itu berawal dari fungsi pendidikan nasional masyarakat.

“Yang pertama kita untuk menuju kepada tujuan memiliki ketahanan nasional itu, berawal dari pendidikan, kedua adalah sebagai tenaga pendidik mereka sebagai fasilitator untuk mendefinisikan menyebarluaskan hasil-hasil dari pelatihan ini kepada para peserta didiknya di kemudian,” ungkap Mulyatno usai membuka Pelatihan Pengajar ToT Nilai-Nilai Kebangsaan, Selasa, (3/4).

Diharapkan nanti para peserta didik setelah mendapatkan fasilitasi dan pelatihan daripada fasilitator ini bisa membantu untuk menyebarluaskan secara lebih luas ke masyarakat mengenai pentingnya menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

Nilai-nilai kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Undang-undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Sementara itu, Budayawan Anhar Gonggong yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut mengatakan, Nilai-nilai kebangsaan serta fungsi pendidikan itu akan selalu berjalan terus menyesuaikan dengan perkembangan keadaan dan tantangan yang dihadapi.

Optimisme yang dimiliki genarasi muda saat ini termasuk kepeduliannya kepada lingkungan adalah contoh konkret masih adanya nilai kebangsaan dalam diri mereka. Hal inilah, kata Anhar yang harus dipupuk. Maka para pendidik perlu di bekali untuk selanjutnya, mereka teruskan ke peserta didik.

“Peserta didik setelah mendapat fasilitasi dan pelatihan dari fasilitator untuk menyebarluaskan untuk kalangan pendidikan. Fungsi pendidikan akan berjalan terus. Pendidikan akan berpikir bagaimana menyempurnakan menghadapi tantangan,” katanya.

Setiap masa, setiap generasi akan mempunyai tantangannya sendiri sendiri sehingga dengan demikian, pendidikan selalu berfikir bagaimana untuk menyempurnakan pendidikan itu agar bisa memenuhi tantangan tantangan yang akan dihadapi.

Ia menegaskan, nanti peserta didiknya juga mempunyai keterampilan serta kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut ketika sudah terjun ke masyarakat sesuai dengan pembekalan yang diberikan di lembaga pendidikan. Itulah kenapa pentingnya pendidikan dan kompetensi kemampuan dari para tenaga pendidik itu sendiri.


Tag
  • Lemhanas RI
  •  
    div>