MINGGU , 20 MEI 2018

Lestarikan Budaya, Ajiep Padindang RDP Dengan Pemerhati Benda Pusaka

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 11 Februari 2018 18:55
Lestarikan Budaya, Ajiep Padindang RDP Dengan Pemerhati Benda Pusaka

Anggota MPR RI/DPD RI Dapil Sulsel H Ajiep Padindang melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat, di Hotel Lamacca Makassar, Sabtu, 10 Februari 2018.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota MPR RI/DPD RI Dapil Sulsel H Ajiep Padindang melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat yang dikemas dalam bentuk Dialog Budaya, di Hotel Lamacca Makassar, Sabtu, 10 Februari 2018.

Dialog yang pesertanya berasal dari Segement Pemerhati Benda-Benda Pusaka di Sulsel ini mengangkat Tema Utama “Eksistensi Benda Pusaka di Sulawesi Selatan dalam Membentuk Watak Bangsa Indonesia”.

Kegiatan ini merupakan kewajiban Anggota MPR RI untuk melakukan RDP dengan masyarakat dengan mengangkat tema-tema khusus yang berkembang di masyarakat dan menjadi isu nasional.

Untuk Tahap 1 Tahun 2018 ini mengangkat tema tentang Sumber Daya Manusia dan IPTEK Kaitannya dengan Budaya di Sulsel. Dalam sambutannya, Ajiep Padindang menguraikan tentang pentingnya masyarakat Sulsel meningkatkan kualitas SDM-nya dan penguasaan IPTEK yang kesemuanya itu hanya bisa efektif bila dilakukan dalan 2 bentuk pendekatan yaitu Pendekatan Agama dan Pendekatan Budaya.

“Untuk segmen pemerhati Benda Pusaka di Sulsel selalu salah satu praktisi budaya. Hendaknya Kegemaran atau hobi ini harus memberikan implikasi positif terhadap prilaku masyarakat yang berujung pada pembentukan salah satu ciri khas masyarakat Sulsel,” kata Ajiep.

Selain itu Ajiep menjelaskan, Kebhinnekaan Bangsa Indonesia hanya bisa terpelihara dan lestari bila ada kesadaran kolektif dari seluruh suku-suku bangsa di Indonesia yang jumlahnya ribuan dan heterogen. Kesadaran itu sudah terbangun Sejak Tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda yang menjadi cikal bakal lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Ajiep NKRI sudah final dan untuk saat ini model negara kesatuan merupakan model bernegara dan berbangsa yang paling ideal untuk mengelola Indonesia dengan luas wilayah dan heterogenitas masyarakatnya.

Narasumber lainnya dalam dialog tersebut adalah Akademisi Unhas Dr. Suriadi Mappangara M.Hum, dan Ketua Masyarakat Sejarah Sulsel.

Pada acara penutupan kegiatan RDP tersebut, Ajiep Padindang menegaskan komitmennya untuk terus menggalakkan kegiatan-kegiatan dengan pendekatan budaya.

“Insya Allah ini akan menjadi salah satu upaya untuk tetap melestarikan nilai-nilai budaya dan menguatkan karakter masyarakat Sulsel yang tegas. Berani. Bertanggungjawab. Loyalitas dan Pekerja keras,” urainya. (*)


div>