KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Lestarikan Budaya, Pemkot Parepare Jadikan ‘Mappadendang’ Ritual Wajib Pesta Panen

Reporter:

Editor:

Niar

Senin , 12 Maret 2018 18:32
Lestarikan Budaya, Pemkot Parepare Jadikan ‘Mappadendang’ Ritual Wajib Pesta Panen

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Pelaksanaan ritual ‘Mappadendang’ sebagai salah satu tradisi budaya masyarakat Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Parepare, termasuk pemerintah kecamatan.

Menurut Camat Bacukiki, Iskandar Nusu, kegiatan ini telah menjadi tradisi khususnya di kalangan masyarakat Bacukiki, yang harus terus dilestarikan. Namun Iskandar berharal kegiatan ini, tidak hanya sebatas seremoni semata, tetapi menjadi motivasi bagi para petani untuk selalu bersyukur atas hasil panennya.

“Jadi Mappadendang ini sebagai simbol kesyukuran kita pada Sang Khalik agar pada saat memasuki musim tanam hingga musim panen berikutnya, petani tetap mendapatkan kemakmuran dan hasil panen yang melimpah,” papar Mantan Kabag Humas dan Protokol Setdako Parepare.

Iskandar juga menilai ritual Mappadendang ini dimaksudkan untuk mempertahankan warisan budaya leluhur yang dikhawatirkan makin ditinggalkan generasi muda.

“Sangat penting menjaga dan melestarikan seni serta budaya daerah, dan ini menjadi peran kita semua dalam melestarikan budaya leluhur. Salah satu caranya dengan menjadikan Mappadendang ini ritual yang wajib dilaksanakan sebelum panen,” beber Iskandar.

Terpisah, Plt, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (PKP) Hj Rostina mengatakan, kegiatan panen raya padi untuk musim tanam Oktober 2017-Maret 2018 adalah dalam rangka swasembada pangan guna meningkatkan penghasilan para petani di Kota Parepare.

“Tentunya kita sangat mengharapkan hasil panen ini dapat memenuhi kebutuhan para petani. Dan kita akan maksimalkan bantuan kepada petani termasuk pemenuhan kebutuhan bibit dan pupuk serta kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan pertanian,” tandasnya. (Nia)


div>