RABU , 12 DESEMBER 2018

Lestarikan Warisan Budaya Lokal, Dinas Kebudayaan Makassar Gelar Tudang Sipulung

Reporter:

Editor:

Muhammad Alief

Senin , 06 Agustus 2018 12:10
Lestarikan Warisan Budaya Lokal, Dinas Kebudayaan Makassar Gelar Tudang Sipulung

Narasumber saat pemaparan pemajuan kebudayaan lokal yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Makassar, di Hotel Grand Celino, Makassar, Senin (6/8).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kebudayaan Kota Makassar menggelar Tudang Sipulung, dengan mengangkat tema ‘Apresiasi dan Pelestarian Warisan Budaya Lokal Untuk Pemajuan Kebudayaan Bangsa’, di Hotel Grand Celino, Jalan Lanto Dg Pasewang, Senin (6/8).

Tampil sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah peneliti budaya sekaligus akademisi Universitas Hasanuddin, Ery Iswari, Kabid Balai Pelestarian dan Nilai Tradisional Sulsel, Muslimin Ar Efendi dan Kadis Kebudayaan Makassar, Andi Bau Sawa.
Eri Iswari menjelaskan bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat.
“Sementara pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia
di tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan,” jelas dosen di Fakultas Ilmu Budaya Unhas ini.
Ia pun berharap agar semua pihak dapat bersinergi untuk dapat menjaga dan memajukan kebudayaan yang ada di Kota Makassar sebagai identitas warga.
Sementara itu, Muslimin Ar Efendi menyampaikan, bahwa pihaknya selama ini belum melihat upaya maksimal pemerintah ataupun pihak terkait dalam memajukan kebudayaan di Kota Makassar.
“Jangankan memajukan, menjaga saja sepertinya kurang mampu. Sebagai contoh museum kota saja hingga saat ini belum mempunyai sertifikat sebagai cagar budaya,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan demikian maka bisa saja museum kota tersebut akan mudah di rebut penguasaannya dari pemerintah, sebab tidak ada yang menjadi dasar bahwa bangunan tersebut adalah cagar budaya.
Oleh karena itu, ia pun mendorong agar pemerintah bersama DPRD untuk melahirkan produk hukum berupa perda terkait perlindungan seluruh cagar budaya yang ada di Makassar.
Tudang Sipulung ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari OPD terkait, peneliti budaya, mahasiswa dan lembaga pemerhati budaya. (*)

div>