RABU , 13 DESEMBER 2017

Lewat Buku, Muhlis Hadrawi Beberkan Cara Mudah Belajar Bahasa Bugis

Reporter:

Editor:

niar

Jumat , 08 Desember 2017 18:45
Lewat Buku, Muhlis Hadrawi Beberkan Cara Mudah Belajar Bahasa Bugis

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM- Memudahkan warga atau penutur asing, dalam mempelajari secara mudah bahasa Bugis dalam waktu singkat, seorang Dosen Sastra Daerah Universitas Hasanuddin membeberkan metode tepat dalam belajar bahasa Bugis yang dituangkan ke dalam buku yang berjudul “Metode Sulo Belajar Bahasa Bugis dengan Mudah dan Efektif”.

Buku dengan ketebalan 88 halaman ini, berisi lima tahapan cara mudah belajar berbahasa Bugis, mulai dari pengenalan aksara Lontara’ hingga menuntun pembelajar mampu mmbaca teks Lontara’ dengan baik.

Berangkat dari pengalaman kerap berbaur dengan peneliti asing, dari berbagai manca negara, Muhlis Hadrawi, nama penulis buku ini, akhirnya terinspirasi untuk menulis agar dapat menjadi referensi baru bagi peneliti asing yang meneliti sejarah, antropologi, dan filologi di Sulsel.

“Mereka itu adalah non penutur Bugis, jadi ketika mau membaca lontara sebagai sumber primer dalam penelitiannya, mereka harus mampu membaca Lontara’ sehingga perlu model belajar untuk memudahkan mereka memahami bahasa dan aksara Bugis. Buku ini konsepnya belajar dari nol, star from zero,” detail Muhlis, Dosen yang kini menjabat sebagai Ketua Jurusan Sastra Daerah pada Universitas Hasanuddin, Jumat, (8/12/2017).

Pria yang menyelesaikan gelar Doktor di UKM Malaysia ini menguraikan, penamaan ‘Sulo’ pada Metode tersebut merupakan singkatan dari ‘Sulawesi Lontara’. Selain itu, kata ‘Sulo’ juga merupakan kosakata Bugis yang berarti ‘obor, penerang atau sumber ilmu pengetahuan’.

“Semoga dengan hadirnya buku ini, bisa menjadi rujukan dan bahan pembelajaran untuk masyarakat pada umumnya, dan semua jenjang sekolah yang belajar dari nol, serta para penutur asing,” harap Dr Muhlis Hadrawi, S.S., M.Hum, nama lengkap Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara Cabang Sulselbar yang pernah meneliti naskah-naskah Nusantara hingga ke negara Jerman dan Australia ini. (Nia)


div>