KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Lewat Rakernis, Subag Kepegawaian Didorong Tingkatkan Kapasitas dan Profesionalisme

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Rabu , 17 Oktober 2018 21:16
Lewat Rakernis, Subag Kepegawaian Didorong Tingkatkan Kapasitas dan Profesionalisme

int

PAREPARE, RAKSUL.COM-Pemkot Parepare melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Rapat Kerja Tekhnis (Rakernis) bertajuk “Pentingnya Integritas dan Profesionalisme Dalam Mensukseskan Reformasi Birokrasi” yang akan dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Bukit Kenari Parepare, Rabu, (17/10/2018).

Kepala Bidang (Kabid) Aparatur BKPSDM Parepare, Adriani Idrus menyampaikan rakernis ini merupakan forum yang tepat untuk mengakomodir berbagai pemikiran dan isu-isu strategis bidang kepegawaian.

“Jadi setiap permasalahan bisa diakomodir di sini dan dicarikan solusinya. Namun kita berharap kalau bisa Kasubag kepegawaian sudah bisa mandiri, sudah tahu harus bagaimana jika menghadapi permasalahan-permasalahan yang akan datang,” harap Adriani.

Sementara Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan Sub Kepegawaian diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya di lingkup Pemerintahan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang pptimal kepada masyarakat.

“Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan unsur utama sumber daya manusia aparatur negara, yang memiliki peran dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Oleh karena itu, sosok ASN yang mampu memainkan peran tersebut adalah ASN yang mempunyai kompetensi yang memadai dan moralitas yang tinggi,” ujar Taufan.

Untuk mewujudkan sistem kepegawaian dan aparatur negara yang ideal, kata dia, maka pengelolaan ASN sebagai penggerak birokrasi, harus dilakukan dalam Sistem Manajemen Kepegawaian yaitu dengan penerapan prinsip keadilan, keterbukaan, kesejahteraan, serta integritas dan kompetensi.

“Untuk menciptakan ASN yang kompeten dan profesional, maka regulasi tentang ASN saat ini mengharuskan setiap aparatur sipil negara melakukan transformasi diri dari zona nyaman (comfort zone) ke dalam zona kompetisi (competitive zone). Sehingga para birokrat harus merubah dalam hal mind set, culture set dan kinerja, serta mereka harus bekerja berdasarkan permormance based,” katanya. (MP1)


div>