KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

LHKPN Bisa Hambat Caketum

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 27 April 2016 10:48
LHKPN Bisa Hambat Caketum

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com — Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) bisa jadi akan menghadang sejumlah kandidat yang akan maju pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar Mei mendatang.

Hal tersebut tak terlepas dari adanya isu yang berhembus jika akan ada mahar politik di Munaslub yang rencananya akan digelar di Bali. Mahar atau sumbangan bagi calon umum merupakan salah satu syarat untuk maju sebagai caketum Golkar.

Seperti diketahui, dari delapan kandiat calon ketua umum Golkar yang menyatakan siap maju dan bertarung pada Munaslub, enam diantaranya merupakan pejabat negara. Mereka antara lain, Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel, Ade Komaruddin sebagai Ketua DPR RI, Mahyuddin Wakil Ketua MPR, Setyo Novanto sebagai Ketua Fraksi Golkar DPR RI, serta Azis Syamsuddin dan Airlangga Hartarto adalah anggota DPR RI. Dua kandidat lainnya yakni, Idrus Marham dan Priyo Budi Santoso bukan merupakan pejabat negara.

Terkait hal tersebut, Ketua Tim Pemenangan SYL di Munaslub, HM Roem membenarkan hal tersebut. Menurutnya, LHKPN pejabat bisa jadi penghalang bagi kandidat yang ingin bertarung pada Munaslub. Ia menilai, LHKPN pejabat tersebut akan masuk dalam pemantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Misalnya kandidat yang akan maju pada Munaslub memiliki LHKPN Rp 5 miliar, dan ketika untuk masuk menjadi calon ketua umum Golkar itu harus menyetor uang sebesar Rp 10 miliar, tentu ini akan dipertanyakan dari mana Rp5 miliarnya itu berasal,” ungkapnya.

Mantan Bupati Sinjai dua periode ini menambahkan, ada pun jika nantinya tidak ada mahar politik tapi hanya bersifat sumbangan tapi besarnya mencapai miliaran rupiah tentu juga akan mendapat sorotan. Oleh karena itu, ia berharap nantinya mahar politik yang saat ini sedang gencar diisukan untuk ditiadakan.

[NEXT-RASUL]

“Anggaplah ini tidak ada mahar tapi yang ada itu adalah sumbangan yang jumlahnya mencapai lima milliar, tentu juga akan mencurigakan dan bisa saja KPK menganggap sumbangan itu tidak gratis, dan pasti yang menyumbang ada maunya,” ujarnya.

Sementara Ketua Bidang Opini dan Visi Misi Tim Pemenangan SYL, Farouk M Betta mengaku masih menunggu perintah SYL untuk melaksanakan deklarasi atau tidak. Ia menilai, meski SYL tidak melakukan deklarasi, pastinya sudah dipastikan akan maju sebagai calon ketua umum Golkar.

“Kalau soal deklarasi kita sudah tidak terlalu memikirkan hal tersebut, karena kan ada juga calon yang tidak melakukan deklarasi tapi siap maju. Tapi, kita masih menunggu perintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain deklarasi ada beberapa hal yang sudah mengindikasikan bahwa SYL itu serius maju dan bertarung sebagai calon ketua umum Golkar pada Munaslub mendatang. Menurutnya, salah satu cara adalah mengunjungi Solo yang tak lain merupakan daerah munculnya pemimpin seperti presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Bukan hanya deklarasi yang menandakan SYL siap dan serius untuk bertarung sebagai calon ketua umum, salah satu bentuk keseriusannya kan mengunjungi kota Solo yang tak lain adalah kota kelahiran Pak Presiden Jokowi, selain itu juga mengunjungi makam presiden Soeharto yang merupakan fouding father Golkar,” jelasnya.

Lain halnya dengan Sekretaris Tim Pemenangan SYL, La Kama Wiyaka. Ia mengatakan saat ini ia tengah berada di Jakarta untuk mengikuti perkembangan rapat pleno DPP Golkar. Menurutnya, belum ada kejelasan tentang jadwal rapat pleno yang akan membahas tentang mahar politik calon ketua umum Golkar.

[NEXT-RASUL]

“Saya sementara di Jakarta untuk menunggu rapat pleno, tapi saya disini sedikit pusing karena ternyata jadwal rapatnya belum jelas,” ujarnya.

Meski demikian, kata La Kama, Tim Pemenangan SYL tetap jalan dalam melakukan persiapan menjelang pelaksanaan Munaslub Mei mendatang. “Tentu kita tetap melakukan persiapan, salah satunya adalah mensolidkan Tim Pemenangan pada 34 provinsi,” tandasnya. (ian/D)


div>