SABTU , 18 NOVEMBER 2017

Libatkan AFP Buka CCTV, Identitas Pelaku Kekerasan ke Novel Masih Buram

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 16 Agustus 2017 19:29
Libatkan AFP Buka CCTV, Identitas Pelaku Kekerasan ke Novel Masih Buram

Novel Baswedan. foto: jpg

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) telah menerima pemeriksaan hasil Closed Circuit Television (CCTV) dari Kepolisian Australia atau Australian Federal Police (AFP). Khususnya, terkait insiden kekerasan terhadap Novel Baswedan.

“CCTV sudah dibalas dari AFP Australia. Hasilnya tetep tidak bisa kita lihat dengan jelas,” ungkap Kabid Humas PMJ Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (16/8).

Hasil pemeriksaan rekaman di tiga buah CCTV yang dikirimkam Polri, diketahui hanya memiliki resolusi rendah. Sehingga AFP pun tidak dapat melihat gambar dengan terang.

Sebelumnya, permintaan bantuan Kepolisian Australia dilakukan karena keterbatasan alat di pihak Polri. Sehingga, polisi tidak dapat menganalisa rekaman CCTV yang diambil di sekitaran rumah Novel Baswedan, Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Meski demikian, polisi masih akan mempertimbangkan kemungkinan untuk meminta bantuan ke negara lain.

“Nanti lihat (hasil evaluasi) penyidik,” demikian mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Seperti diketahui, Novel disiram air keras ini, pada 11 April 2017 lalu. Empat bulan berlalu pasca-teror pelaku masih saja misteri, segala upaya telah dilakukan oleh pihak kepolisian, sejumlah barang bukti dikumpulkan, saksi-saksi juga telah dimintai keterangannya.

[NEXT-RASUL]

Polisi bahkan telah merilis sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku. Dengan ciri-ciri pria setinggi 167-170 cm, berkulit agak hitam, berambut keriting dan tubuh cukup ramping. Sketsa itu telah disebar luaskan ke jajaran Polri.

Saat ini, polisi telah menerjunkan tim penyidik memeriksa Novel Baswedan di KBRI Singapura, Senin (14/8) kemarin. Pemeriksaan itu dihatapkan dapat menggali informasi langsung dari Novel. [sam/Rmol]


div>