SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Lima Jurus untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 26 Desember 2016 10:06
Lima Jurus untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Ilustrasi.

JAKARTA – Ada lima jurus jitu untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan termasuk Pilkada Serentak 2017.

Lima jurus tersebut diharapkan dapat membantu merealisasikan target partisipasi pemilihan gubernur, bupati dan walikota yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu sebesar 77,5 persen.

Lima jurus tersebut, yaitu pemetaan kantong pemilih, menentukan strategi pendidikan pemilih atas setiap klaster pemilih, menyiapkan bahan yang dibutuhkan, menggalang sinergi dengan entitas lain, dan mengingatkan strategi pemaparan.

“Kalau kantong pemilih sudah terpetakan maka sosialisasi dapat dilakukan secara efektif,” kata Anggota KPU RI Sigit Pamungkas seperti dikabarkan laman KPU, Senin (26/12).

Sigit memberikan contoh strategi mengklaster pemilih menjadi sejumlah kelompok.

“Jika pemilih itu berjumlah 100 persen maka kita dapat pecah menjadi empat klaster misalnya kelompok pengajian 20 persen, kelompok SMA/sederajat 10 persen, PNS 5 persen dan sisanya pemilih yang tidak terafiliasi dengan entitas yang ada. Kalau kita sudah melakukan sosialisasi ke semua entitas itu maka kita dapat mengklaim sudah melakukan sosialisasi dengan tuntas,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini KPU tidak dapat mengklaim telah melakukan sosialisasi secara tuntas karena tidak memiliki peta pemilih. Setiap daerah peta pemilihnya bisa berbeda. Daerah dengan tingkat religiusitas yang tinggi maka angka pemilih yang terafiliasi dengan kelompok keagamaan akan tinggi dan afiliasi dengan kelompok sekuler menjadi rendah.

[NEXT-RASUL]

KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota juga perlu memahami psikologi sosial pemilih di daerahnya. Hal ini berkaitan dengan strategi yang efektif untuk pendidikan pemilih.

Selain itu kata Sigit, yang tidak kalah penting membangun sinergi dengan entitas lain seperti pemerintah, partai politik, pengawas pemilu, pegiat pemilu dan media massa.

“Peningkatan partisipasi pemilih itu merupakan agenda kolektif. Karena itu kita perlu bersinergi dengan dengan pihak lain,” tukas Sigit. (rmol)


div>