SABTU , 16 DESEMBER 2017

Lima Pejabat BPN Akan Disidang

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 09 Agustus 2017 19:13
Lima Pejabat BPN Akan Disidang

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah melimpahkan berkas tuntutan lima pejabat Badan Pertanahan Negera (BPN) ke pengadilan. Tersangka salah bayar dan markup proyek pembebasan lahan perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, PT Angkasa Pura I tahun 2013 itu akan menjalani proses hukum di persidangan.

“Penyidik telah menyerahkan berkas penuntutan lima tersangka untuk dilimpahkan ke pengadilan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hidar, Rabu (9/8)

Kelima pejabat tersebut, yakni mantan Kepala BPN Maros, Andi Nuzuliah, Mantan Kepala BPN Wajo, Hijaz serta tiga pejabat BPN lainnya yaitu, Hartawan Tahir, Hamka dan Muhtar D.Kata Hidar, mereka merupakan tersangka lanjutan yang ditetapkan setelah empat tersangka sebelumnya.

Kendati demikian, Hidar menegaskan kasus korupsi lahan bandara ini tidak akan berhenti sampai kepala BPN, namun akan menyeret tersangka lain jika alat bukti kuat.

“Kasus ini masih terus didalami,” ucap Hidar.

Sekedar diketahui kelima pejabat BPN ini diseret atas sejumlah perbuatan, diantaranya, ditemukannya sejumlah transaksi salah bayar kepada warga yang tidak berhak menerima ganti rugi lahan. Terdapatnya salah bayar ini menjadi indikasi adanya kesalahan yang dilakukan oleh satgas A dan B saat melakukan verifikasi.

Akibatnya, 53 bidang tanah negara/tanah non hak yang seharusnya tidak boleh dilakukan pembayaran ganti rugi justru dibayarkan ganti ruginya.

[NEXT-RASUL]

Pembayaran 53 lahan itu menyebabkan naiknya perhitungan biaya ganti rugi yang harus dikeluarkan PT Angkasa Pura Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pada pengadaan lahan bandara seluas 60 hektare dari RKA 2012 sebesar Rp186 miliar, berubah menjadi Rp520 miliar.

Sementara itu Humas Pengadilan Tipikor Makassar, Muhammad Anzar Majid, mengatakan bahwa sidang kasus lahan bandara untuk tersangka Kepala Dusun Bado-Bado, Rasyid dan Camat Mandai, Machmud Osman mesih bergulir di pengadilan tipikor.

Selain itu, sementara untuk tersangka Siti Rabiah persidangannya telah selesai sebab yang bersangkutan telah divonis 7 tahun penjara.

“Kalau Raba Nur atau Kepala Desa Bajimangai sudah dihentikan karena terdakwanya meninggal,” jelasnya.


div>