SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Limbah Plastik Kian Meresahkan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 10 Agustus 2017 09:48
Limbah Plastik Kian Meresahkan

foto:int

MAKASSAR, Rakyatsulsel.com – Persoalan limbah plastik kian meresahkan. Sampah plastik sudah menjadi persoalan serius dan isu global, serta merupakan bagian masalah lingkungan. Indonesia bahkan peringkat kedua di dunia sebagai negara penghasil sampah plastik yang menjadi limbah di laut setelah Tiongkok (Cina).

Persoalan sampah plastik dibahas secara khusus dalam International Symposium on Marine Plastic Debris Solution, yang dibuka Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di Hotel Swisbell Makassar, Rabu (9/8). Simposium internasional ini membahas persoalan sampah plastik serta strategi pengurangan limbah tersebut menjadi bahan yang berguna.

Salah satu peserta simposium yang juga Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan, dosen Unhas siap melakukan penelitian terkait sampah plastik terutama dampaknya pada laut. “Para dosen siap melakukan penelitian soal itu,” kata Dwia.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berharap hasil simposium nantinya bisa diaplikasikan secara efektif untuk mengentaskan persoalan limbah plastik yang kian mengkhawatirkan. Termasuk melahirkan regulasi, dan rekomendasi terkait langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan.

“Akademisi maupun mahasiswa di Sulawesi Selatan harusĀ  berperan dan ambil bagian membuat Indonesia lebih maju dan berkembang ke depan, dengan ilmu dan teknologi. Termasuk ambil bagian dalam menangani persoalan limbah plastik tersebut,” terangnya.

Saat membuka simposium tersebut, Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, mengemukakan, butuh inovasi, terobosan, dan pemikiran yang luas, khususnya di kalangan akademisi dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi bersama. Termasuk dalam menangani persoalan limbah plastik. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mendaur ulang limbah plastik menjadi bahan untuk pembuatan jalan.

“Yang sudah kita lakukan adalah sampah plastik dicampur aspal. Campuran itu kemudian digunakan untuk mengaspal jalan. Hasilnya lebih kuat dan murah,” papar Luhut. (ash/D)


Tag
div>