SENIN , 18 JUNI 2018

Listrik PKL Center Karebosi Diputus

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 25 Mei 2018 14:45
Listrik PKL Center Karebosi Diputus

kantor balaikota (ist)

*Menunggak Tagihan Januari-April

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Belum dioperasikan, Pedagang Kaki Lima (PKL) Center di Jl Kartini sudah bersoal. Pasalnya Listrik yang sudah dipasang disetiap lods diputus.

Kepala UPTD, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Muhammmad Said mengakui bahwa Listrik di PKL Center Karebosi sudah dilakukan pemutusan oleh pihak PLN lantaran tidak membayar tagihan listrik periode Januari-April.

“Ada dua induk yang diputus, induk pertama yakni listrik ke lods dengan tagihan Rp 13 juta dan induk kedua yakni penerangan dengan tagihannya Rp 11 juta,” jelas Muhammad Said, Kamis (24/5) kemarin.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak PLN untuk segera dipasang saat bersamaan para PKL yang berada di Al Markaz masuk ke PKL Center Karebosi tersebut.

“Ada beberapa hal yang harus kita penuhi, termasuk keamanan, kebersihan dan PDAM yang kita ambil dari PKLnya,” jelas Muhammad Said.

Ia menyebutkan bahwa PKL yang menjadi prioritas pengisian PKL Center Karebosi yaitu PKL yang berasa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bontoala, Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Wajo.

“Total PKL yang akan masuk di PKL center 249. Tapi kita bagi lagi karena yang tersedia hanya 225,” ucap Muhammad Said.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu kajian teknis dari SKPD yang tersisa, data terakhir baru 6 SKPD yang menyerahkan hasil kajiannya dari 21 SKPD.

“Itu memang menjadi hambatan kita sebagai pengelola, kita harap semua SKPD segera memasukkanhasil kajiannya,” harap Muhammad Said.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evi Aprialty mengakui, bahwa ada 21 SKPD yang masuk dalam tim kajian teknis PKL Center, namun hingga saat ini SKPD yang baru menyerahkan kajian teknisnya baru 6 SKPD.

“Sudah hampir 30 persen, sisa 15 SKPD yang belum serahkan, makanya kita berencana mau jemput sendiri. UPTD yang dibentuk selaku pengelola akan mengambil langsung ke SKPD terkait. Takutnya mereka (SKPD) memiliki banyak kegiatan lain, tidak hanya itu takutnya UKM yang ada di PKL center rusak, makanya kita ingin cepat,” beber Evi Aprialty.

Ia menjelaskan bahwa kajian teknis yang berasal dari 21 SKPD sebagai tim kajian teknis PKL Center tersebut, akan dijadikan sebagai bahan untuk dilakukan memorandum of understanding (MoU) untuk pedagang kaki lima.

Ia menambahkan bahwa setelah melakukan MoU, struktur organisasi dari UPTD masih kosong, sementara UPTD-nya sudah dibentuk dan bangunan atau kantor sudah ada untuk ditempati di PKL Center Karebosi. Olehnya itu pihaknya juga akan segera mengisinya.

“Jadi kalau sudah ada UPTD, sudah ada yang menangani PKL Center, sisa koordinasi dengan Diskop dan Disdag,” tutup Evi. (*)


div>