SENIN , 22 OKTOBER 2018

Listrik PT Vale Terhambat Izin Lahan Gubernur

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 03 September 2012 11:12

RAKYAT SULSEL . PALOPO – Belum terealisasinya sumbangan listrik tiga Mega Watt (MW) dari PT Vale Indonesia ke sistem PT PLN pada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dikareakan terhambat izin lahan Gubernur. Pasalnya, interkoneksi sumbangan listrik tersebut hingga kini belum memiliki Gardu Hubung (GH), sebagai fasilitas penghubung listrik PT Vale Indonesia, dengan sistem kelistrikan PT PLN.

Manager PLN Palopo Novalince mengatakan, untuk merealisasikan listrik itu harus ada izin dari Gubernur Sulsel sebagai legitimasi lahan pembangunan GH. “Jadi, kami harus meminta izin dari Gubernur Sulawesi Selatan sebagai legitimasi penggunaan lahan pembangunan GH, hanya saja sampai saat ini izin tersebut belum keluar,”ungkap Novalince.

Namun, saat ini pihaknya juga tengah melakukan pemeliharaan jaringan untuk mengurangi pemadaman yang kerap terjadi di Kabupaten Luwu Timur. Pemeliharaan jaringan itu, termasuk dengan mengirimkan petugas untuk membangun GH di areal Balambano.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Luwu Timur, Zainuddin, mengatakan, pihaknya akan membantu untuk memohon izin dari Gubernur untuk penggunaan lahan pembangunan GH tersebut. Izin tersebut berupa pinjam pakai lahan yang ada di Balambano, Kecamatan Wasuponda.

Hal itu juga dipertegas Asisten 1 Pemkab Luwu timur, Firmanzah, yang mengatakan, pihaknya atas nama Pemerintah kabupaten Luwu Timur akan berupaya mempercepat direalisasikannya listrik 3 MW sumbangan PT Vale Indonesia untuk masuk ke sistem kelistrikan PT PLN. “Kita usahakan bisa menyelesaikan secepat mungkin,” ungkap Firmanzah.

Untuk diketahui, pertemuan yang digelar antara PT PLN dengan Pemkab Lutim ini, merupakan tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa waktu lalu, yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat yang mengeluhkan adanya pemadaman listrik yang kerap terjadi di kabupaten Luwu Timur.

Saharuddin, dari LBH Lutim dalam pertemuan itu mengatakan, masyarakat sangat mengeluhkan pemadaman yang kerap terjadi sehingga barang elektronik masyarakat banyak yang rusak, padahal  PLN sudah berjanji per 1 Januari lalu tidak akan ada lagi pemadaman listrik tapi kenyataanya masih di lakukan.

Listrik sumbangan PT Vale Indonesia ke sistem kelistrikan PT PLN adalah bagian dari kompensasi yang dilakukan perusahaan nikel terbesar di Sulawesi itu dalam rangka pembangunan PLTA Karebbe beberapa waktu lalu. Sumbangan listrik 3 MW itu diharapkan dapat memenuhi defisit kelistrikan yang kerap menjadi alasan PT PLN dalam melakukan pemadaman listrik. (k14/dj/C)


Tag
div>