KAMIS , 26 APRIL 2018

LKGP CSR Nilai Lembaga FIK-KSM Hadirkan Sapi Cacingan

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Selasa , 10 April 2018 23:26
LKGP CSR Nilai Lembaga FIK-KSM Hadirkan Sapi Cacingan

Puluhan Lembaga Koalisi Gerakan Pemerhati (LKGP) tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Bank Sulselbar dan depan Kantor Bupati Takalar, Selasa (10/4).

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan Lembaga Koalisi Gerakan Pemerhati (LKGP) tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan aksi unjuk rasa di depan Bank Sulselbar dan depan Kantor Bupati Takalar, Selasa (10/4).

Koordinator Aksi, Anas mengatakan CSR Bank Sulselbar disalurkan melalui lembaga FIK-KSM dan Pemda Takalar tahun 2017 dimanfaatkan untuk pengadaan 40 ekor sapi dengan anggaran 340 juta. Namun pelaksanaanya di lapangan diduga terjadi pengadaan sapi yang tidak sesuai dengan standar bantuan.

“Berdasarkan dengan hasil investigasi kami dengan teman-teman, kuat dugaan pengadaan sapi ini telah terjadi mark-up anggaran dan tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Sehingga sapi itu tidak layak untuk dibagikan ke masyarakat atau kelompok penerima manfaat,” kata Anas.

Dirinya menambahkan, fakta di lapangan, dimana sapi tersebut mengidap penyakit cacingan dan tidak layak untuk dibagikan ke masyarakat. Sehingga sapi itu belum dibagikan kepada masyarakat dan masih dipelihara salah satu orang di Desa Patani.

“Olehnya itu, kami mendesak pimpinan Bank Sulselbar Pusat untuk segera mencopot pimpinan Bank Sulselbar Cabang Takalar. Seharusnya Bank Sulselbar melakukan investigasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program sapi Takalar,” ujarnya.

Pihaknya menduga adanya keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) dan politisi serta partai penguasa di Kabupaten Takalar yang menjadi sebuah tanda tanya besar dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang dikirimkan oleh FIK-KSM disinyalir fiktif.

“Kami berharap kepada penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Takalar dan Polres Takalar agar segera turun memeriksa oknum yang terlibat dalam hal pengadaan sapi tersebut. Dimana kuat dugaan SPJ yang dilakukan FIK-KSM adalah SPJ fiktif,” jelasnya.

“Selain itu kami juga mendesak kepada Bupati Takalar H. Syamsari Kitta, agar bisa secepatnya menyikapi terkait pengadaan sapi cacingan itu yang diadakan oleh FIK-KSM,” tandasnya. (*)


div>