KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Lobi Tingkat Dewa atau Jadi Penonton

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 23 Agustus 2017 13:01
Lobi Tingkat Dewa atau Jadi Penonton

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Para bakal calon gubernur harus agresif mengejar rekomendasi partai politik ke pusat, jika serius ingin bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Pilihannya, berani melobi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), atau cukup menjadi penonton.

Sejauh ini, baru pasangan Nurdin Halid (NH) dan Aziz Kahar Mudzakkar, yang bisa melenggang dengan aman menuju pertarungan politik lima tahun ini. NH – Aziz telah mengantongi rekomendasi Partai Golkar, yang memiliki 18 kursi di DPRD Sulsel. Sedangkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya mensyaratkan dukungan 17 kursi di parlemen.

Namun bagi NH, Partai Golkar saja tidak cukup. Ia berulangkali menyebutkan, ingin membangun sebuah koalisi besar untuk memenangkan pilgub nanti. Ketua Harian DPP Golkar ini masih melakukan lobi-lobi di tingkatan DPP partai besar lainnya. Khususnya, partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, pendukung pemerintahan Jokowi – JK. Kubu NH bahkan telah mengklaim, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang selama ini terang-terangan mendukung pasangan Ichsan Yasin Limpo (IYL) – Andi Mudzakkar (Cakka), akan mengalihkan dukungannya ke NH.

Ia juga mengaku punya peluang besar untuk menggaet Partai Gerindra, Demokrat, dan PKS. Meskipun, ketiga partai ini dipandang sebagai partai oposisi pemerintah. “Sebenarnya bukan koalisi. Kalau jumlah kursi Golkar sudah penuhi syarat. Yang kami inginkan adalah bersama parpol lain memenangkan kandidat NH-Aziz di Pilgub,” ujarnya.

Tidak hanya NH, IYL juga masih berupaya melobi DPP untuk mendapatkan dukungan. Juru Bicara IYL, Risky Fatmala Passalo, menuturkan, hingga saat ini komunikasi dengan parpol berjalan dengan baik. Bahkan setelah PPP dan PAN, akan ada partai selanjutnya yang memberikan dukungannya ke mantan Bupati Gowa dua periode itu.

“Komunikasi ke partai politik selama ini berjalan sangat bagus. Dan dalam waktu dekat, akan ada parpol yang menyerahkan rekomendasi dukungannya. Tapi kami tidak mau publikasikan dulu, partai apa saja yang tambahan tersebut,” tuturnya, Selasa (22/8).

Key, sapaan akrab Resky Fatmala Pasalo, mengatakan, meskipun untuk maju melalui jalur independen telah siap, namun IYL bersama pasangannya, Cakka, tetap optimistis maju melalui jalur parpol.

[NEXT-RASUL]

“Kami masih opitimistis IYL-Cakka tetap maju melalui jalur koalisi partai politik. Dan pada saatnya, partai-partai pengusung, selain PAN dan PPP akan mengumumkan sendiri pernyataan dukungannya ke IYL – Cakka,” tegasnya.

Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam, menilai, saat ini seluruh kandidat mulai berusaha meyakinkan partai politik, agar kedepan bisa mendapatkan dukungan sekaligus rekomendasi. Para bakal calon akan bersaing ketat mendapatkan rekomendasi. Apalagi, NH masih tidak puas dengan Golkar, yang telah melebihi persyaratan kursi. Begitupula dengan IYL, yang juga mengincar parpol di luar PAN dan PPP, untuk mencukupkan dukungannya.

“Pak Agus Arifin Nu’mang pun seperti itu, yang mengincar Partai Gerindra dan Demokrat. Adapula Nurdin Abdullah, yang saat ini juga mengejar rekomendasi semua partai politik. Tapi, hanya IYL yang telah menyiapkan jalur lain jika tidak mendapatkan kendaraan partai politik dengan melalui jalur independen,” terangnya.

Terkait manuver yang dilakukan para bakal calon untuk mendapatkan rekomendasi, dengan melakukan pertemuan dengan elit partai di DPP, sekaligus mengeluarkan kocek besar, Nursandy menyebut pergerakan para bakal calon sangat masif. “Pergerakannya masif dan intens, namun tergantung bagaimana komunikasinya ke DPP dan itu yang menentukan,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulsel, Syarifuddin Alrif, mengakui, sudah ada beberapa figur yang telah menjalin komunikasi politik di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem. Seperti Nurdin Halid, Nurdin Abdullah, dan Ichsan Yasin Limpo.

“Sudah kok, sudah sampai di DPP,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait syarat bagi bakal calon untuk mendapatkan rekomendasi NasDem di Pilgub Sulsel, Syahar mengatakan, NasDem Sulsel masih menunggu keputusan dan mekanisme dari DPP sebagai pemegang kebijakan. Persoalan mahar, NasDem sama sekali tidak memungut biaya sedikitpun dari bakal calon untuk diberikan rekomendasi usungan nantinya.

“Belum ada, kita menunggu keputusan DPP, kalau di NasDem tidak ada biaya-biaya,” bebernya.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, mengatakan, seluruh bakal calon gubernur telah melakukan pendekatan ke DPP. Seperti halnya Nurdin Abddullah (NA) yang telah melakukan melakukan pertemuan dengan sejumlah elit. Mulai dari SBY, Megawati Soekarno Putri, hingga Joko Widodo.

[NEXT-RASUL]

“Itu merupakan model strategi mereka. Seperti NA yang sangat kencang dipusat, dengan bertemu beberapa elit. Namun, bagaimana nilai jualnya di DPD, ini juga harus diperkuat. Dan pasti, pusat juga memiliki kalkulasi, bagaimana bisa menang dan memperluas koalisi,” kata Firdaus.

Menurut Firdaus, saat ini yang paling bahaya adalah manuver politik yang dilakukan NH, dengan menggerakan seluruh kekuatannya, untuk bisa mendapatkan kursi dukungan dari partai-partai lain. “Yang paling bahaya NH, pada saat manuver ingin koalisi besar dengan kepentingan Jokowi. Sehingga, bisa mengambil NasDem, PDIP, Hanura, kalau koalisi nasional itu jadi. Apalagi, masih ada agenda-agenda besar kedepan,” terangnya. (E)


div>