KAMIS , 20 DESEMBER 2018

Loncat ke KIH, PAN Dijatah Tiga Menteri

Reporter:

rakyat-admin

Editor:

Jumat , 04 September 2015 15:25
Loncat ke KIH, PAN Dijatah Tiga Menteri

int

* Syahrul Sebut Tak Pengaruhi Koalisi 11 Pilkada di Sulsel
* Kahfi: Tak Masalah PAN Dukung Pemerintah

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Manuver politik akhirnya dilakukan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini membawa bendera PAN bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Loncatnya PAN dari Koalisi Indonesia Hebat (KMP) ke KIH Bukannya tanpa alasan. Partai berlambang matahari itu santer disebut-sebut akan mendapatkan jatah kursi menteri. Bukan satu, PAN dikabarkan bakal memperoleh tiga kursi di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Keputusan untuk membawa PAN mendukung pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla (JK) diakui Zulkifli telah dibicarakan dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Tak penting keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP), yang terpenting NKRI tidak boleh terganggu.

“Jadi kalau Pak Amien lihat NKRI terganggu, Pak Amien bersedia melakukan apa saja, boleh apapun asal NKRI aman, kehadiran partai dirasakan rakyat, keberpihakan terhadap bangsa dan negara dinomor satukan. itu cita-cita PAN yang disebut politik kebangsaan,” kata Zulkifli, Kamis (3/9).

[NEXT-RASUL]

Ia pun menilai KIH dan KMP sudah tidak diperlukan lagi. Menurut Zulkifli, dua koalisi itu sudah tidak relevan dengan situasi saat ini. “Kan di MPR sudah sama begitu,” tuturnya. ?Mengenai jatah PAN di kabinet, Zulkifli enggan berkomentar banyak. Ia mengaku tidak ingin berandai-andai terkait tawaran PAN di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

“Sudah lah tidak perlu berandai-andai, jabatan itu kan amanat saja. Yang jelas kami tidak ke KMP atau KIH lagi. Mau gontok-gontokan? Orang harga-harga sekarang sudah mahal, mau beli apa-apa mahal,” ungkapnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Soni Sumarsono mengatakan partainya sedang tawar-menawar jabatan menteri di kabinet Presiden Joko Widodo setelah bergabung dengan koalisi. Ia menargetkan tiga kursi menteri akan diraih partai berlambang matahari ini.

“Kita belum tahu apakah Pak Jokowi akan kiembali merombak kabinet klerjanya atau tidak. Yang pastinya kita sudah tidak di KMP lagi dan lebih mendukung pemerintahan sekarang,” ujar Soni.PAN gabung ke KIH.

Bergabungnya PAN ke KIH disambut baik DPW PAN Sulsel. Bahkan peta politik di 11 Pilkada di Sulsel dipastikan berubah. Apalagi PAN banyak berkoalisi dengan partai gerbong KIH di Pilkada.

[NEXT-RASUL]

“Keputusan PAN yang dinahkodai Pak Zulkifli Hasan untuk gabung ke pemerintah hal biasa. Langkah DPP juga itu sebagai ijtihad politik mendukung pemerintahan dalam membangun indonesia,” ujar Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi saat ditemui di Gedung DPRD Sulsel usai Sidang Paripurna Kamis (3/9).

Menurut Kahfi, PAN merupakan partai reformasi yang lahir untuk membawa kemaslahatan rakyat Indonesia membangun kemanusiaan. “Ijtihad politik yang dilakukan PAN adalah bagaimana memberikan dukungan kepada pemerintah yang semua muaranya hanya untuk kepentingan rakyat,” kata dia.

Meski resmi meninggalkan KMP yang digawangi Gerindra, Golkar, dan PKS saat ini, Kahfi tak ingin membahasakan PAN bergabung dengan KIH, tetapi PAN bergabung pada pemerintah.

“Soal KMP ataupun KIH menurut saya hanya pada tataran aliansi kultural saja, bukan pada tataran konstitusi. Jadi tidak ada masalah kalau PAN bergabung dengan pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Golkar Sulsel Sahrul Yasin Limpo, menyebutkan keputusan PAN bergabung KIH tak mempengaruhi konstalasi 11 Pilkada di Sulsel. “Walaupun PAN ke KIH nggak berpengaruh di daerah,” singkatnya.

[NEXT-RASUL]

Terpisah, pengamat politik Universitas Hasanuddin, (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan manuver PAN dari KMP ke KIH hanya isu dan dinamika politik. Di sisi lain membawa angin segar bagi pemerintahan yang bakal ia pimpin untuk lima tahun ke depan.

“Dari dulu sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi, KMP memang tidak solid, karena koalisi yang dibangun bukan atas dasar ideologi tapi koalisi atas dasar kepentingan,” katanya saat dikomfirmasi lewat telepon selulernya.

Menurutnya, walaupun PAN menyatakan sikap bergabung ke KIH, namun hal itu tidak bisa mempengaruhi daerah termasuk Sulsel. “Walaupun resmi PAN bergabung di KIH, tapi tidak berpengaruh ke Sulsel, karena pilkada sudah ditetapkan dan dijalankan beberapa tahapan,” tutur Suryadi.

[NEXT-RASUL]

Dia berharap dengan bergabungnya PAN dalam pemerintahan bisa membawa nilai positif dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik lagi. Sekadar diketahui, peta politik di DPR setelah PAN bergabung akan banyak berubah. Artinya, KIH akan mendapatkan suntikan kekuatan di parlemen.

“Saya melihat PAN mengutamakan lebih besar kepentingan negara dan rakyat. Dan semoga dengan bergabungnya PAN dengan pemerintah, bisa menjadikan semangat kami bersama menjadi bagian perubahan menuju Indonesia yang lebih baik,” ujar Suryadi.

Diketahui selama ini kekuatan KIH di DPR hanya 207 kursi. Terdiri dari PDIP (109 kursi), PKB (47 kursi), Partai NasDem (35 kursi) dan Partai Hanura (16 kursi). Dengan masuknya PAN (49 kursi), jumlah kursi KIH menjadi 256 kursi di DPR.

Sementara KMP kekuatannya tergembosi setelah PAN keluar. Jika dihitung, KMP hanya menyisakan Partai Gerindra (73 kursi), PKS (40 kursi), PPP (39 kursi), dan Partai Golkar (91 kursi). Sehingga total kekuatan KMP hanya 243 kursi. Itupun dengan catatan PPP dan Partai Golkar tidak masuk angin setelah kedua partai itu mengalami dualisme kepemimpinan. (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>