SABTU , 20 OKTOBER 2018

Loyalis IAS Condong ke Deng Ical

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 18 Mei 2017 11:05
Loyalis IAS Condong ke Deng Ical

Sekertaris DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal (Ilustrasi).

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Makassar tahun 2018 mendatang, klan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin (IAS) hingga kini dinilai masih memiliki pengaruh kuat.

Lantas kemana arah dukungan loyalis IAS pada Pilwalkot mendatang?. Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Demokrat, Basdir, mengungkapkan arah gerbong dukungan IAS tertuju pada dua figur.

“Arah dukungan gerbong IAS itu ke Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dan sebagian ke Ketua NasDem Makassar, Rachmatika Dewi. Itu akan menyatu jika sudah ada komando dari pak IAS,” ujar Basdir saat kunjungan PDIP ke Sekretariat Pemenangan Deng Ical, Jalan Faisal, Rabu (17/5).

Ia menjelaskan, loyalis IAS telah mengetahui siapa yang akan didukung sebagai calon wali kota dan wakil wali kota mendatang. Apalagi sejak awal IAS telah memerintahkan loyalisnya untuk selalu menjaga basis yang sudah ada. “Dikomando atau tidak, basis massa Pak IAS sudah paham mau kemana,” ujar Basdir.

Ia pun mengungkapkan alasan dirinya mendampingi Deng Ical pada pertemuan dengan PDIP tersebut. “Deng Ical itu sahabat sekaligus kakak saya, jadi wajar saya mendampinginya. Yang jelas apapun keputusan partai nantinya saya akan ikut,” ungkap Basdir.

Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal menyambut baik saat ditanya perihal potensi dirinya jika dipasangkan dengan Rachmatika Dewi. “Tentu saya senang jika berpasangan dengan Cicu (Rahmatika Dewi),” ungkap Sekretaris Demokrat Sulsel ini.

Terkait kunjungan PDIP ke markas pemenangannya, Deng Ical mengungkapkan rasa bangganya. “Saya sangat terhormat kedatangan teman-teman dari PDIP. Kami berharap bisa bersama-sama PDIP di Pilwalkot nanti,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Makassar, Bahar Mahmud mengatakan, Deng Ical merupakan kandidat ketujuh yang disambangi. Sebelumnya, pengurus PDIP Makassar telah mendatangi, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, Andi Rachmatika Dewi, Farouk M Betta, Andi Bustaman, dan Adi Rasyid Ali.

“Pendaftaran kita masih cukup panjang, sampai tanggal 28 Mei. Setelah itu, kita akan jaring, lalu diserahkan ke DPD PDIP Sulsel, untuk disaring dan melewati tahapan berikutnya. Keputusan terakhir itu ada di DPP,” terang Bahar.

Pakar Politik Universitas Muhammadiya (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menilai saat ini Deng Ical telah memiliki satu kunci di Pilwalkot. Dimana, Deng Ical telah terang-terangan nyatakan perang dengan Petahana Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

“Keseriusan Deng Ical mendaftar di partai-partai lain mengisyaratkan Deng Ical akan serius menantang Danny di Pilwalkot. Sekaligus Deng Ical pecah kongsi dengan Danny. Di sisi lain ARA juga mendaftar dan mendeklarasikan diri siap menjadi wakil Danny. Dan fragmentasi antar faksi di internal Demokrat tetap terjaga,” ungkapnya.

Apalagi, kata Luhur, Deng Ical telah mendapatkan dukungan dari salah seorang loyalis IAS yang sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya. Seperti yang terlihat pada Pilwalkot Makassar 2013 lalu. Sehingga, bukan menjadi rahasia lagi bahwa gerbong IAS bersama Deng Ical saat ini.

“Secara simbolik, faksi Deng Ical di Demokrat merupakan pelanjut kekuatan jaringan IAS. Kehadiran Basdir, loyalis garis keras IAS melegitimasi bahwa kekuatan IAS kini berada di Deng Ical. Bukan di Danny dan bukan di ARA,” paparnya.

Bahkan Luhur menjelaskan, tidak bisa di anggap remeh kekuatan Deng Ical dan IAS di Demokrat, di level provinsi atau DPD saja Deng Ical berhasil membuat sudden death hingga akhirnya bertahan sebagai Sekretaris.

“Soal kekuatan dan jejaring IAS saya kira masih terpelihara dan berpengalaman melakukan kerja-kerja politik secara spartan. Meskipun tentu tidak sebesar Pilwakot sebelumnya, tapi saya kira jejaring IAS ini tetap menentukan,” jelas Luhur. (isk-yad/D)


div>