SABTU , 20 OKTOBER 2018

LP-KPA Tolak Perdamaian Sepihak

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 04 Desember 2016 15:27
LP-KPA Tolak Perdamaian Sepihak

ilustrasi.

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Lembaga Peduli Kesejahteraan Perempuan dan Anak (LP-KPA) Pinrang, Andi Yamaponto, menolak adanya perdamaian yang dilakukan secara sepihak, dalam kasus penganiayaan terhadap korban RS (15), pelajar di salah satu SMPN di Pinrang .

“Kami tidak mengakui adanya perdamaian tersebut, karena dilakukan sepihak tanpa sepengetahuan dari kami sebagai kuasa dari pihak korban,” tegasnya, Minggu (4/12/2016).

Jikapun perdamaian itu terjadi, kata Yama, pihaknya menduga keluarga korban mendapat tekanan dan intervensi dari pihak luar, yang mencoba ikut campur dalam masalah ini.

“Sesuai komitmen sejak awal, kami terus mendampingi korban dan mengawal kasus ini hingga tuntas, karena perdamaian tidak akan menghapus tindak pidana,” jelasnya.

Sementara, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Polres (Polres) Pinrang, Aiptu Kaharuddin Said, menjelaskan, pihaknya akan mau pertemuan kedua belah pihak, untuk memastikan apa benar atau tidak perdamaian yang telah dilakukan tersebut.

“Besok, saya mau pertemuan kedua belah pihak di Kantor Kejaksaan Negeri,” ungkapnya.

Kaharuddin memaparkan, kasus tersebut terus berlanjut, dan akan memasuki ke tahap II di Kejaksaan Negeri. “Nanti di sana (Kejari) kita pastikan semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Pinrang Leo Joko Triwibowo menegaskan, pihaknya akan terus melanjutkan proses hukum kasus ini, sampai persidangan di Pengadilan. (***)


div>