LPJKD Kumpulkan Asosiasi Perusahaan Dan Profesi | Rakyat Sulsel

LPJKD Kumpulkan Asosiasi Perusahaan Dan Profesi

Minta Asosiasi Tetap Lakukan Konversi SBU Anggotanya; Segera Bentuk Unit Sertifikasi

Rabu , 26 September 2012 09:44
Total Pembaca : 1268 Views
Ketua LPJKD Sulsel yang merupakan turunan dari LPJKN versi Tri Widjajanto J, Ir A Panguriseng (tengah) didampingi Wakil Ketua I LPJKD Sulsel Ir H Rahman Iskandar (kiri), dan Anggota Dewan Pengurus LPJKD Sulsel Drs M Juniar Arge, saat melakukan sosialisasi di depan perwakilan seluruh asosiasi perusahaan dan asosiasi profesi jasa konstruksi di Kantor LPJKD Sulsel Jl Bonto Manai, Makassar, Selasa (25/9).

Baca juga

Ketua LPJKD Sulsel yang merupakan turunan dari LPJKN versi Tri Widjajanto J, Ir A Panguriseng (tengah) didampingi Wakil Ketua I LPJKD Sulsel Ir H Rahman Iskandar (kiri), dan Anggota Dewan Pengurus LPJKD Sulsel Drs M Juniar Arge, saat melakukan sosialisasi di depan perwakilan seluruh asosiasi perusahaan dan asosiasi profesi jasa konstruksi di Kantor LPJKD Sulsel Jl Bonto Manai, Makassar, Selasa (25/9).

MAKASSAR-Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Sulsel yang dinaungi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) versi Ketua Umum Tri Widjajanto J secara khusus meminta kepada seluruh asosiasi perusahaan dan asosiasi profesi untuk tetap melaksanakan pengurusan Sertifikat Badan Usaha (SBU) milik Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) di Sulsel.

Ketua LPJKD Sulsel yang merupakan turunan dari LPJKN versi Tri Widjajanto J, Ir A Panguriseng, di depan perwakilan seluruh asosiasi perusahaan dan asosiasi profesi jasa konstruksi  yang berada di bawah naungan LPJKD Sulsel di Kantor LPJKD Sulsel Jl Bonto Manai, Makassar, Selasa (25/9), mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan pembentukan unit sertifikasi, baik untuk badan usaha maupun tenaga ahli/tenaga terampil.

“Kita sengaja mengundang teman-teman asosiasi, baik asosiasi perusahaan maupun asosiasi profesi untuk meminta tetap melakukan konversi SBU, sebab SBU yang baru memiliki perbedaan dengan yang ada saat ini. Utamanya pada klasifikasi BUJK. Selain itu, pertemun ini juga untuk mensosialisasikan rencana pembentukan Unit Sertifikasi LPJKD Sulsel yang akan menangani khusus pengurusan SBU,” terangnya.

Panguriseng didampingi Wakil Ketua I LPJKD Sulsel Ir H Rahman Iskandar dan Anggota Dewan Pengurus LPJKD Sulsel Drs M Juniar Arge, mengatakan, LPJKD Sulsel turunan dari LPJKN Tri Widjajanto, menjelaskan, pertemuan itu sebagai bentuk penjelasan dan koordinasi dengan seluruh asosiasi perusahaan dan asosiasi profesi yang bernaung di bawah LPJKD Sulsel. Terutama, terkait maraknya atau adanya isu-isu kekisruhan di tubuh lembaga Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Tidak benar jika ada masalah di tubuh lembaga ini (LPJK, Red). LPJKD adalah satu-satunya lembaga yang diberikan kewenangan berdasarkan Undang-Undang untuk menjalankan tugasnya di daerah. Salah satunya registrasi kepada seluruh BUJK yang ada di Sulsel selaku lembaga independen yang dibentuk pemerintah berdasarkan Pasal 31 Ayat 3 Undang-Undang No 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi,” jelasnya.

“Sesuai dengan Pasal 33 UU No 18 Tahun 1999, upaya-upaya pengembangan jasa konstruksi yang diamanahkan kepada LPJK meliputi lima tugas, yaitu pertama melakukan dan mendorong penelitian dan pengembangan jasa konstruksi, kedua menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi, ketiga melakukan registrasi tenaga kerja konstruksi yang meliputi klasifikasi, kualifikasi, dan sertifikasi keterampilan dan keahlian kerja, keempat melakukan registrasi badan usaha jasa kontruksi, dan kelima mendorong dan meningkatkan peran arbitrase, mediasi, dan penilai ahli di bidang jasa konstruksi,” tambahnya.

Pada pertemuan ini hadir para ketua dan perwakilan masing-masing asosiasi perusahaan dan asosiasi profesi yang bernaung di bawah LPKD Sulsel, diantaranya DPP Perkindo Sulsel, DPP Inkindo, IAI, Gakindo, Gapeksindo, Ataki, Apaksindo, AABI, BPD Gapensi, Askoni, Akindo, APEI, Paklina Sulsel, dan lainnya. (RS10/dul/C)