SELASA , 11 DESEMBER 2018

LPM Penalaran UNM Gelar Bedah Buku

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 29 Juli 2018 22:00
LPM Penalaran UNM Gelar Bedah Buku

LPM Penalaran UNM saat menggelar bedah buku "Halaman Rumah/YARD" karya Anwar Jimpe Rachman, dkk, di Rumah Nalar LPM Penalaran UNM, Minggu, 29 Juli 2018.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – LPM Penalaran UNM mengadakan bedah buku “Halaman Rumah/YARD” karya Anwar Jimpe Rachman, dkk, di Rumah Nalar LPM Penalaran UNM, Minggu, 29 Juli 2018.

Buku Halaman Rumah/YARD ini merupakan sebuah buku yang diangkat dari hasil penelitian para pemuda di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan salah satu asisten peneliti yakni Fauzan Al Ayyubi dan komikus Muhammad Iqbal Burhan sebagai pembedah buku Halaman Rumah/YARD, keduanya merupakan anggota dari komunitas Tanahindie, dengan Zahraini Fajri Nur selaku moderator.

Kegiatan bedah buku ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan untuk meningkatkan budaya literasi elemen LPM Penalaran UNM.

Buku yang dibedah dalam kegiatan ini merupakan kumpulan berbagai perspektif yang nostalgis hingga praktis dari berbagai wilayah di Indonesia mengenai halaman rumah.
Peneliti yang diundang meneliti tentang tiga kampung di tengah kota Makassar yaitu Paropo, Sukaria, dan Rama. Penelitian tentang kampung tersebut kemudian diangkat menjadi salah satu bab dalam buku halaman rumah yakni “cerita tiga kampung”.

Fauzan Al Ayyubi mengemukakan bahwa buku halaman rumah/YARD merupakan salah satu bentuk cara yang dilakukan untuk memberitahukan tentang kisah tiga kampung yang berada di perkotaan yang keberadaannya mulai terancam akibat pembangunan yang dilakukan di perkotaan.

“Halaman rumah ini menjadi penting karena merupakan ruang produksi, tempat bermain anak, hingga menjadi area sosialisasi warga,” ungkap Fauzan.

Nurfaida selaku Ketua Divisi Kepustakaan dan Penerbitan (Pusbit) LPM Penalaran UNM mengemukakan bahwa Buku halaman rumah ini sangat menarik karena diangkat dari hasil berbagai penelitian dengan satu isu yang sama yakni halaman rumah, yang sebenarnya dekat dengan kehidupan kita.

“Melalui kegiatan bedah buku diharapkan agar mampu memotivasi elemen LPM Penalaran UNM dalam melakukan penelitian, bahkan mampu untuk melakukan publikasi penelitian tersebut dalam bentuk buku ke depannya,” harap Nurfaida.

“Bedah buku ini sebagai salah satu bentuk upaya yang kami lakukan dalam mendukung gerakan literasi di Indonesia. Dan Insya Allah akan terus berlanjut,” ujar Agusman, Ketua Umum LPM Penalaran UNM. (*)


div>