MINGGU , 21 OKTOBER 2018

LPSK Kawal Kasus Penganiayaan oleh Oknum Putri Legislator Pinrang

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 06 Desember 2016 20:27
LPSK Kawal Kasus Penganiayaan oleh Oknum Putri Legislator Pinrang

Ilustrasi

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), akhirnya turun langsung menangani kasus penganiayaan terhadap RS (15), korban penganiayaan yang dua dari tiga tersangkanya, merupakan putri oknum Legislator Pinrang.

Wakil Ketua Divisi Penerimaan Permohonan LPSK, Askari Razak menjelaskan, kasus ini sangat memprihatinkan. Sehingga, kata dia, pihaknya membentuk tim khusus melihat urgensi kekerasan terhadap anak, yang harus segera ditangani secara serius.

“Kami akan melakukan pendampingan kepada korban, meskipun sudah dilimpahkan di Kejaksaan Negeri. Kami juga akan menganalisis segala kebutuhan korban,” jelasnya, Selasa (06/12/2016).

Askari mengatakan, pihaknya akan melibatkan sejumlah ahli, untuk bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan korban. “Baik perlindungan hukumnya, fisik maupun bantuan medis, bahkan psikologisnya,” ungkapnya.

Askari menegaskan, pihaknya akan melindungan korban dari ancaman yang bisa datang kapan saja. “Sambil menganalisis, kami akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan Lembaga Perlindungan Kesejahteraan Perempuan dan Anak (LP-KPA) dalam penjagaan terhadap korban,” paparnya.

Sementara, Ketua LP-KPA Andi Yamaponto, mengatakan, pendampingan terhadap korban dan keluarga, akan terus dilakukan pihaknya. Karena, kata dia, dengan kehadiran LPSK, akan memperkuat segala proses pengawalan kasus ini.

“Meskipun terjadi perdamaian, namun pidana tidak bisa digugurkan. Kasus ini harus tuntas agar menjadi pelajar bagi kita semua. Apalagi pihak Kepolisian juga telah berkomitmen dengan itu,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Pinrang, Achmad Attamimi mengatakan, ketiga tersangka telah ditahan dr Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Pinrang. “Para tersangka ditahan selama lima hari ke depan,” jelasnya.


div>