RABU , 21 FEBRUARI 2018

LRT Solusi Kemacetan Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 08 Juni 2017 13:19
LRT Solusi Kemacetan Makassar

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berbicara mengenai sistem Light Rail Transit (LRT) Makassar di depan Lembaga Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Capital Place Jakarta, Selasa (6/6) lalu. foto: ist for rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengusulkan pembangunan sistem Light Rail Transit (LRT) Makassar, di depan Lembaga Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Capital Place Jakarta, Selasa (6/6) malam.

Di depan lembaga-lembaga pemerintahan yang tergabung dalam KPBU, Danny sapaan wali kota menyampaikan LRT adalah keharusan dan telah menjadi kebutuhan masyarakat Makassar yang tidak boleh diabaikan.

Pasalnya kata Danny, populasi pertumbuhan kendaraan di Makassar yang tak terbendung, jumlah mobil yang telah ada mencapai sekitar satu juta lebih, hampir sama dengan jumlah penduduk Kota Makassar. Bahkan jumlah kendaraan roda dua (motor) ditaksir mencapai dua juta.

“Cukup ngeri jika melihat statistik seperti itu sehingga trobosan LRT tidak bisa diabaikan,” ujarnya diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (8/6).

Dari survei kepuasan publik Makassar yang dilakukannya setiap enam bulan ditemukan terjadinya pergeseran masalah yang dihadapi. Masyarakat Makassar saat ini menempatkan kemacetan adalah hal yang paling utama dikeluhkan.

“Kami sudah punya studi tentang kemacetan. Kesimpulan dari studi itu adalah jika tahun 2017 tidak ada terobosan radikal, soal solusi transportasi, maka Makassar terancam stroke. LRT inilah solusinya. Selain itu kita juga sudah ada trobosan jalan tol, kita sudah dibantu JICA kemudian investornya juga sudah ada. Alhamdulillah pak menteri PU sudah menyampaikan persetujuannya,” ungkapnya.

Selain itu, alasan Danny mengusulkan ke KPBU terkait LRT yakni tidak adanya jalan yang secara kontinyu menghubungkan sisi barat kota ke timur. Padahal dari hasil kajian yang pernah dilakukan lima tahun sebelumnya, pergerakan masyarakat dari timur ke barat dan sebaliknya setiap harinya bisa mencapai 675.000 orang.

[NEXT-RASUL]

“Cuma ada tiga ruas jalan. Sementara tidak ada yang kontinyu. Tapi ini given yang memang sudah ada sebelum saya menjabat wali kota, maka terobosan yang paling bisa kita lakukan adalah elevated LRT (LRT Melayang),” tambahnya.

LRT ini akan melalui rel melayang sepanjang 16,7 km dengan prediksi waktu pembangunan selama 12 bulan. Danny berharap proyek ini menjadi prioritas KPBU sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di Makassar.

Untuk diketahui, KPBU adalah skema kerja sama pembangunan yang melibatkan swasta atau dikenal sebagai Public Private Partnership (PPP).

Keterbatasan APBN dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019 menyebabkan adanya selisih pendanaan (funding gap) yang harus dipenuhi. Untuk mengatasi itu, Pemerintah dituntut untuk menggunakan beberapa alternatif pendanaan, salah satunya mengunakan skema KPBU tersebut. (***)


div>