SENIN , 22 OKTOBER 2018

LSM Abal-abal Mengancam, Ratusan Petani Mengadu ke Kesbangpol

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 10 Januari 2016 14:16

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan kelompok tani dari berbagai desa penerima bantuan sosial (Bansos) pengembangan irigasi tahun 2015, mendatangi kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Mereka menuntut pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk membubarkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ilegal yang selama ini meresahkan para petani, Sabtu (10/1).

Koordinator petani penerima bansos, Jamaluddin mengatakan, petani merasa resah dan terganggu dengan aktivitas sejumlah LSM yang terkesan menakut-nakuti petani yang mengancam akan dilaporkan ke Polda sulselbar.

Jamaluddin mengatakan, selama ini Kelompok tani penerima bantuan bansos masih bersabar menghadapi ulah oknum LSM tersebut, karena mereka tidak mau ada masalah dengan LSM. Ancaman untuk dilaporkan ke penegak hukum, kata Jamaluddin, bukan pertama kalinya dilakukan oleh oknum LSM, namun sudah berulangkali mengancam para kelompok tani.

“Kesabaran kami sudah habis. Pemerintah diminta tegas menindak tegas. Jika tidak, terpaksa kami akan bertindak,” ancam Jamaluddin.

Selain mendesak menghentikan aktivitas LSM abal-abal itu, para petani juga meminta agar Kesbangpol merilis LSM yang tidak punya izin operasional di Bantaeng, agar masyarakat mengetahui mana LSM yang terdaftar dan yang tidak.

Kepala kantor Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Bantaeng, Faisal, mengingatkan kepada warga agar tidak melanyani oknum LSM yang tidak tetdaftar di kantor Kesbangpol Bantaeng.
“Tidak usah dilayani, jika merasa terganggu sebaiknya dilaporkan ke polisi,” katanya.

Menurutnya, kelompok tani yang menerima bantuan pemerintah sebaiknya dikelola dengan baik dan sesuai dengan petunjuk, agar tidak menjadi sasaran bagi LSM.


Tag
  • dana desa
  •  
    div>