SENIN , 19 NOVEMBER 2018

LSM Jari Manis Gelar FGD dan Deklarasi #2019KitaTetapBersaudara

Reporter:

Sudirman

Editor:

Iskanto

Kamis , 01 November 2018 10:31
LSM Jari Manis Gelar FGD dan Deklarasi #2019KitaTetapBersaudara

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulawesi Barat menggelar Forum Group Discussion (FGD) dan Deklarasi, Kamis (01/11) di Hotel Pantai Indah, Mamuju.

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulawesi Barat menggelar Forum Group Discussion (FGD) dan Deklarasi, Kamis (01/11) di Hotel Pantai Indah, Mamuju.

Kegiatan bertema “Mari Kita Ciptakan Pemilu Aman dan Damai; #2019KitaTetapBersaudara” ini menghadirkan narasumber, antara lain Ketua KPU Sulbar Rustang, Anggota Bawaslu Sulbar Usman Sanjaya dan Karo Ops Polda Sulbar Kombespol Moch. Noor Subchan.

Hadir sebagai peserta dari perwakilan seluruh Partai Politik (Parpol) peserta pemili, tokoh lintas Agama, Organisasi Kepemudaan (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan sejumlah perwakilan organisasi pers.

Dalam kesempatannya, Ketua LSM Jari Manis Sulbar, Ashari Rauf menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun persepsi dan komitmen bersama terkait pelaksanaan pemilu yang aman, damai dan jujur.

“Dalam kegiatan ini diharapkan ada ide dan gagasan bersama agar potensi-potensi kerawanan dalam pemilu dapat terhindarkan. Kita membangun dmeokrasi ini bersama-sama dan berjalan aman dan damai,” kata Ashari.

Menurutnya, jelang pelaksaan Pemilu 2019, ditemukan berbagai potensi kerawanan yang bisa berujung pada perpecahan. Seperti adanya perdebatan bahkan hingga pada cacian antara pendukung pasangan calon di Pilpres, utamanya di Media Sosial (Medsos).

“Misalnya perang tagar (Tanda Pagar). Pendukung Calon Presiden di Pilpres ini kan saling serang di medsos. Mereka juga sudah saling mencaci maki, mencari-mencari kesalahan masing-masing hingga pada penyebaran informasi-informasi hoaks,” tegansya.

Hal ini, lanjut Ashari, tentu snagat berpotensi melahirkan inkondusifitas di masyarakat jelang Pemilu 2019.

“Olehnya, demokrasi yang berjalan ini kita harus jaga. Semua harus ikut berpartisipasi dengan baik. Sebab, peran kita semua sangat menentukan tumbuhnya demokrasi yang sehat. Kita tidak mau demokrasi kita terciderai,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, seluruh narasumber menyampaikan harapan yang sama, agar momentum pemilu legislatif dan pilpres berjalan dengan aman, damai dan berkualitas.

Di akhir kegiatan, narasumber dan seluruh peserta FGD melakukan deklarasi dengan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pemilu yang aman dan damai melalui tagar #2019KitaTetapBersaudara. (*)


div>