JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

LSM LAKI Minta Fakhrul Faisal Jujur Terkait Hilangnya Randis Bantaeng

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Selasa , 16 Oktober 2018 16:20
LSM LAKI Minta Fakhrul Faisal Jujur Terkait Hilangnya Randis Bantaeng

LSM Laskar Anti Korupsi, Andi Sofyan Hakim

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Kendaraan Dinas (Randis) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng berjenis Toyota Kijang Inova warna hitam dengan nomor polisi DD 85 FF tidak diketahui keberadaannya.

Pada era Nurdin Abdullah menjabat, awalnya Randis ini dipinjamkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng yang dipakai oleh mantan Kasi Intelijen Kejari Bantaeng, Fakhrul Faisal. Namun saat ia dimutasi pada tanggal 30 Agustus lalu, Randis tersebut juga ikut menghilang.

Beberapa informasi menjelaskan bahwa Randis tersebut telah dilelang (Dum) oleh pihak Kejari Bantaeng. Padahal Kejari yang merupakan instansi vertikal sangat tidak tepat jika melelang Randis Pemkab Bantaeng yang pengadaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ini sudah salah, keliru kalau Randis Pemkab dipinjam pakaikan kepada instansi vertikal, ” jelas ketua DPD Lira Bantaeng, Yusdanar beberapa waktu yang lalu.

Sangat mencurigakan, Fakhrul Faisal merupakan Jaksa yang menagani Kasus Lapangan Futsal mandek di Bantaeng yang merugikan negara ratusan juta.

Belakang Kejari telah memeriksa sejumlah pihak terkait, mulai dari kontraktor bahkan sampai Kadispora Bantaeng, Syahrul Bayan pun tak luput dari pemeriksaan.

Sementara itu, LSM Laskar Anti Korupsi (LAKI), Andi Sofyan Hakim mengatakan kasus hilangnya Randis sampai meruncing karena lelang harusnya terbuka, tidak tertutup seperti lelang tersebut.

“Kenapa sampai meruncing dikatakan hilang, karena undang – undang yang mengatur, lelang itu harus terbuka, sedangkan mobil ini malah lelangnya tertutup dan mencatut nama orang lain,” jelas dia, Selasa (16/10) siang.

Menurutnya, memang pemenang lelang ini atas nama Soltan yang terkesan dipaksakan. Setelah ditelusuri Soltan belum memenuhi syarat untuk ikut lelang.

“Secara administrasi, memang memakai nama Soltan yang bekerja di Kantor Sistem Pelayanan Izin Terpadu (Sintap). Dan sangat jelas Soltan secara administrasi belum bisa ikut lelang karena golongannya,” ungkapnya.

Andi Sofyan Hakim menganggap Fakhrul Faisal sangat lucu, pasalnya seorang jaksa yang telah tahu dan memahami aturan tapi malah melanggar aturan.

“Lucunya, seorang jaksa yang sudah tahu bahwa itu dilarang malah dia yang berniat dan malah melanggar. Padahal beberapa kasus yang kami laporkan tidak proses, dan malah tidak teregister di Kejari,” katanya.

Dia menghimbau Fakhrul Faisal sebagai teman agar jujur dan tidak usah mengelak, jangan sampai ‘blunder’ dan mencoreng namanya sebagai seorang jaksa.

“Kalau Fakrul Faisal berani menyurati media untuk menegur wartawan, apakah Fakhrul Faisal juga berani memperkarakan saya sebagai narasumber,” tegas dia.

Sementara itu menurut pengakuan Fakhrul Faisal, randis tersebut berstatus pinjam pakai dari Pemda Bantaeng. Namun, setelah pemakaian beberapa waktu, dirinya diberitahu bahwa randis tersebut akan di lelang oleh Pemkab Bantaeng.

“Saya dapat mobil status pinjam pakai 1 unit mobil. Kemudian berjalan waktu saya di hubungi Kabit Aset Pemda Bantaeng diakhir 2017,” kata dia saat memberi hak jawab atas pemberitaannya beberapa waktu lalu di Kantor Harian Rakyat SulSel.

“Saya diberitahu bahwa mobil yang saya pake masuk dalam daftar lelang oleh Pemkab Bantaeng. Yah saya bilang kalau mau dilelang silahkan. Kalau sudah ada pemenang lelang silahkan hubungi saya lagi,” tambahnya.

Tidak berselang lama, dirinya dipertemukan dengan pemenang lelang randis Pemkab Bantaeng. Pertemuan tersebut langsung difasilitasi oleh Pemkab Bantaeng.

“Saya dipertemukan dengan pemenangan lelangmya difasilitasi Kabid aset. Itu sekitar Bulan Juni 2018. Nah disitu saya minta izin sama pemenang lelang, pak boleh ndak saya pinjam lagi kisaran sebulan lagi dan dibolehkan oleh pemenang lelang,” terangnya.

Pasca pertemuan tersebut, Fakhrul Faisal mengaku bahwa pada Agustus 2018 dirinya mengembalikan randis yang telah dilelang tersebut ke Pemkab Bantaeng beserta dengan berita acaranya.

“Seingat saya agustus 2018 saya kembalikan mobil itu ke Pemkab Bantaeng lengkap dengan berita acaranya,” tuturnya. (*)


div>