SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Menteri Luhut Bahas Limbah Plastik di Makassar

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 09 Agustus 2017 17:55
Menteri Luhut Bahas Limbah Plastik di Makassar

Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan sambutan di International Symposium on Marine Plastic Debris Solution di Hotel Swisbell Makassar, Rabu (9/8). Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan membuka telah International Symposium on Marine Plastic Debris Solution di Hotel Swisbell Makassar, Rabu (9/8).

Simposium internasional ini membahas persoalan sampah plastik serta strategi pengurangan limbah tersebut menjadi bahan yang berguna.

Pasalnya, saat ini sampah plastik sudah menjadi persoalan serius dan isu global serta merupakan bagian masalah lingkungan. Indonesia bahkan peringkat kedua di dunia sebagai negara penghasil sampah plastik yang menjadi limbah di Laut setelah Tiongkok (China).

Dalam kesempatan itu, Luhut Binsar Panjaitan mengemukakan, butuh inovasi, terobosan, dan pemikiran yang luas, khususnya di kalangan akademisi dalam memecahkan berbagai persoalan yang dhadapi bersama. Termasuk dalam menangani persoalan limbah plastik.

Menurutnya, salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mendaur ulang limbah plastik menjadi bahan untuk pembuatan jalan.

“Yang sudah kita lakukan adalah sampah plastik dicampur aspal. Campuran itu kemudian digunakan untuk mengaspal jalan. Hasilnya lebih kuat dan murah,” ungkapnya.

Lebih jauh, dia mendorong mahasiswa di Sulsel untuk berperan secara spesifik dalam pembangunan studi kemaritiman.

Salah satu peserta simposium yang juga Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, dosen Unhas siap melakukan penelitian terkait sampah plastik terutama dampaknya pada laut.

“Para dosen siap melakukan penelitian soal itu,” kata Dwia.

Syahrul Yasin Limpo berharap hasil simposium nantinya bisa diaplikasikan secara efektif untuk mengentaskan persoalan limbah plastik yang kian mengkhawatirkan. Termasuk melahirkan regulasi dan rekomendasi terkait langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan.

Dia menekankan, akademisi maupun mahasiswa di Sulawesi Selatan harus berperan dan ambil bagian membuat Indonesia lebih maju dan berkembang ke depan dengan ilmu dan teknologi. Termasuk ambil bagian dalam menangani persoalan limbah plastik tersebut.


div>