JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Lulus Kuliah Kedokteran, Eta Lestari Taufan Tak Ingin Buru-buru Nikah

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Lukman

Jumat , 23 Maret 2018 08:00
Lulus Kuliah Kedokteran, Eta Lestari Taufan Tak Ingin Buru-buru Nikah

Eta Lestari Taufan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjadi tenaga medis spesial (dokter) adalah cita-cita, impian serta dambaan semua orang. Khusus kalangan yang mampu memiliki finansial yang cukup.

Misalnya seperti sosok gadis berparas cantik Eta Lestari Taufan. Anak Wali Kota Parepare, Taufan Pawe ini ternyata mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter semasa kecil. Bahkan pilihan ini tertanam di benak sehingga selesai tamat SMA, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin Makassar.

“Saya dari dulu cita-cita sudah jadi dokter,” kata Eta Lestari saat dimintai tanggapan, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, pilihannya ingin menjadi tenaga medis dokter didasari atas keinginan sendiri tanpa ada paksaan atau pilihan dari orang tua yang juga berlatar belakang sangat mampu saat ini.

Ia meyakini pilihan tersebut murni demikian membantu kebutuhan masyarakat kelak. Oleh sebab itu lanjut anak sulung dari tiga bersaudara ini, keinginan untuk ambil jurusan kedokteran sangat direstui oleh orang tua.

“Kalo jurusan FK murni pilihan saya sendiri, Alhamdulillah orang tua tidak pernah paksakan saya mau pilih jurusan, yang mana saja saya inginkan, pasti beliau (orang tuaku) bakal mendukung,” tutur gadis alumni TK Athirah Makassar itu.

Dalam perjalanan hidup seseorang sudah digaris oleh sang pencipta. Tak disangka impian semua orang untuk meniti perjalanan hidup, bisa saja berubah.

Ia menjelaskan, selama menjalani aktivitas kulia selalu mengingat pesan orang tua yakni belajar dan berdoa. Hal itu menjadi modal utama sehingga menyelesaikan studi 20 Maret 2018 lalu.

Namun setelah menyandang gelar dokter (dr) wisuda di kampus ternama di Indonesia Timur yaitu Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, mendapatkan gelar baru selama duduk di bangku kulia. Jalan hidupnya saat ini ternyata berbeda dengan apa yang dipimpin. Kini ia lebih memilih aktivitas lain yakni fokus Internship.

“Sekarang setelah wisuda saya mau internship dulu selama 1 tahun,” kata mahasiswi alumni 2018 Fakultas kedokteran Unhas Makassar ini.

Pada umumnya, semua orang setelah menyelesaikan studi di kampus, pasti memikirkan untuk kerja. Lain halnya dengan Eti, meski lahir dari keluarga mampu serta anak pejabat, namun dirinya tak berpikir untuk masuk jajaran pemerintahan ataupun membuka praktek klinik.

Dengan bekal ilmu medis yang dimiliki, perempuan kelahiran 1992 itu lebih memilih mandiri dengan cara internship. Dimana akan melakukan hubungan kerja profesi dimana untuk periode singkat guna menjalankan tanggungjawab profesional (kerja magang) untuk publikasi atau organisasi media.

“Saya juga belum pikir kerja atau praktek klinik. Karena wajib internship dulu kak,” terangnya.

Saat ditanya status pribadi dirinya, kapan ingin menempuh hidup baru bersama orang tersayang, Eta dengan santai menjawab belum memikirkan. Karena masa depan masih panjang sehingga fokus capai impian.

“Sekarang single. Nikahnya nanti kalo sudah ketemu jodoh pasti ada jalannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, gadis kelahiran 30 Oktober 1992 itu menceritakan, semasa kecilnya menghabiskan waktu bermain di kota Makassar. Bahkan sekolah di TK Athirah, lanjut SD-SMP di Nusantara, kemudian SMA Negeri 2 Makassar.

Hobi waktu kecil membaca komik. Saking senang, waktu dulu hampir tiap minggu minta dibelikan komik atau majalah anak-anak untuk kesenangan tiap hari.

Menurutnya, selain itu pengalaman berkesan sama orangtua, dulu hampir tiap ada waktu libur temani bapaknya (TP) memancing.

“Dulu bapak sering sekali tiap weekend memancing naik speed boatnya, dan hampir tiap minggu bawa hasil memancing yang banyak sekali.. sampai pernah ikan hasil pancingan bapak lebih tinggi dari saya (umur 7 thn) , dan biasanya setelah bapak memancing, bapak yang selalu masakkan hasil pancingannya, krna bapak lumayan pintar masak,” kenang Eta. (*)

 


div>