RABU , 21 NOVEMBER 2018

Maafkan Kami

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 04 Agustus 2017 10:34
Maafkan Kami

Arifuddin Saeni

ADAKAH sebuah pemerintahan yang meminta maaf kepada rakyatnya. Itu mungkin jarang terjadi, sebab pemerintahan akan sangat takut kehilangan jumawa. Dia, yang kadang angkuh itu, akan selalu menempatkan dirinya sebagai kebenaran, dilayani dan kalau perlu sedikit marah dan menggertak.

Tapi, kita kadang tidak memahami yang namanya sebuah keinginan. Di sana, rakyat, kadang sedikit bertingkah, yang kadang kala memerahkan telinga pemerintah. Kritikan yang keras itu, seakan memberikan pesan bahwa, perlu ada perhatian.

Tapi Gowa, adalah pemerintahan yang elegan. Bupati Adnan Purichta Ichsan, ia datang kepada rakyatnya yang dikemas dalam bentuk halal bi halal untuk meminta maaf, atas apa yang dilakukannya selama membangun Gowa. Toh, di sana kalau ada yang salah, dia dengan tulus berkata. “Maafkan kami kalau ada yang salah selama masa pemerintahan kami”.

Soal salah dan tidak, memang setipis kulit ari. Ia berkelindang soal bagaimana kita melihat persoalan secara objektif. Bahwa kemudian ada yang kurang tepat dalam proses pembangunan, itulah kemudian yang membuat Adnan Purichta Ichsan, datang kepada rakyatnya. Di situ memang tidak ada autokritik, tapi ada suasana keakraban yang terbangun, bahwa rakyat dan pemerintah sesungguhnya satu.

Di sana pun, masyarakat dari delapan belas kecamatan, sesungguhnya memahami bagaimana pemerintah Gowa membangun daerah ini. Semua memang tak dibangun serentas. Semua tidak bisa dipuaskan, tapi sesungguhnya pemerintah memahami akan kebutuhan rakyatnya, tentang bagaimana menghadapi masa depannya nanti.

Dengan program pendidikan yang ada sekarang, pemerintah mencoba mengakselerasikan dengan kebutuhan yang akan datang, bahwa memang sumber daya manusia harus dipersiapkan sebaik mungkin. Daerah atau negeri tanpa sumber daya manusia yang baik, Adnan memahami kita akan terpinggirkan.

Dan itu tidak dimaui oleh Adnan. Gowa, harus menjadi ikon dalam membangun Indonesia ke depan. “Gowa untuk Indonesia”. (*)


div>