SABTU , 26 MEI 2018

Mabes Polri Ajak Masyarakat Perangi Hoax dan SARA

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Selasa , 08 Mei 2018 16:29
Mabes Polri Ajak Masyarakat Perangi Hoax dan SARA

Suasana Diskusi Pilkada Tanpa Hoax dan SARA yang berlangsung di Country Coffe Resto (CCR) di Jalan Toduppuli, Selasa (8/5/2018). Foto: Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Momentum Pilkada 2018 tentu banyak informasi sesat dan miring. Oleh sebab itu, diselenggarakannya Diskusi Pilkada Tanpa Hoax dan SARA yang berlangsung di Country Coffe Resto (CCR) di Jalan Toduppuli, Selasa (8/5/2018).

Diskusi ini menghadirkan narasumber mulai dari akademisi Unismuh Makassar Luhur Prianto, tim cyber dari Mabes Polri Brigjen Pol. Muhammad Fadil Imran, tokoh budayawan Asmin Amin, dan narasumber dari media yakni, Reni, Subhan Yusuf, dan Fahruddin Palapa.

Selain itu, hadir pula Jubir NH-Aziz Muhammad Natsir, Jubir Agus-TBL Andry Arief Bulu, Ketua Tim Media Prof Andalan Khaeruddin Nurman, dan Jubir IYL-Cakka Henny Handayani .

Brigjen Pol. Muhammad Fadil Imran menjelaskan, pemanfaatan isu SARA untuk menggalang dukungan di Pilkada terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Karena isu SARA, kata dia, menjadi identitas sosial yang paling rentang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu termasuk kepentingan politik di momentum pilkada.

“Pertarungan ide dan gagasan, isu SARA selalu melingkupi setiap momentum politik,” kata Fadil saat memulai pembahasan.

Parahnya lagi, lanjutnya, pemanfaatan media sosial terkemas rapi dengan isu SARA juga masif dilakukan. Untuk menginformasikan berita bohong atau hoax, seperti terjadi di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.

“Mengapa SARA digunakan karena rasionalitas seseorang cenderung punya keterbatasan. Ketika isu tentang agama ditiupkan maka terkadang kita cepat percaya,” jelasnya. (*)


div>