SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Mahasiswa Asal Bandung Ditangkap Jual Kunci Jawaban UN

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 04 April 2016 23:11
Mahasiswa Asal Bandung Ditangkap Jual Kunci Jawaban UN

Ilustrasi Ujian Nasional

SOPPENG, RAKYATSULSEL.COM – Polres Soppeng berhasil menangkap tangan seorang mahasiswa Bina Nusantara Bandung bersama dua orang rekannya menjual kunci jawaban Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1 Donri-donri, Kabupaten Soppeng, Senin (4/4).

Penangkapan ketiga pelaku tersebut berkat laporan masyarakat yang merasa resah kepada pelaku.

Selain menjual kunci jawaban terhadap koordinator siswa SMA 1 Donri-donri, pelaku juga menjual kunci jawaban terhadap koordinator siswa SMA Negeri 2 Watansoppeng.

“Ketiganya kita tangkap saat operasi tangkap tangan, ketika mereka menjual kunci jawaban di SMA Negeri Donri-donri serta SMA Negeri 2 Watansoppeng,” ujar AKBP Dodied Prasetyo Aji, Kapolres Soppeng didampingi Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amrin AT, Senin (4/4).

Saat penangkapan, HDM (27) mahasiswa asal Bandung, DNA (27), serta IRW, polisi berhasil mengamankan lebih dari 300 lembar kunci jawaban, uang tunai Rp32 juta, dua Laptop, tiga printer, satu modem, tiga buah handphone, lima kartu ATM, satu buah catatan rekapan kunci jawaban, dua buah flash disk, satu buah mikro SD, dan tiga buah dompet ditambah tiga motor pelaku.

Saat diinterogasi pelaku mengaku, menjual lembaran kunci jawaban semua mata pelajaran ujian nasional. Setelah dilakukan interogasi pelaku mengakui, telah menjual kunci jawaban kepada koordinator siswa SMA Negeri 1 Donri-donri atas nama QLB sebesar Rp23.700.000 dan saat ini koordinator siswa membayar kepada pelaku sebesar Rp11 juta. Sementara koordinator siswa SMA Negeri 2 Watansoppeng sebesar Rp33 juta, dibayarkan hanya Rp12 juta.

“Koordinator siswa hanya membayarkan kunci jawaban mata pelajaran hari pertama UN dengan perjanjian setiap hari kunci jawaban diserahkan selama tiga hari selama ujian berlangsung,” katanya.

Mantan anggota Densus 88 ini, menjelaskan, kunci jawaban yang diperjualbelikan tersebut kebenarannya di bawah 50 persen. Hal ini diketahui saat Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Soppeng mencoba mengecek jawaban yang ada pada kunci jawaban tersebut.

“Kunci jawaban yang diedarkan tersebut sebenarnya di bawah 50 persen. Hasil ini didapatkan setelah dinas terkait mengecek langsung kunci tersebut,” jelasnya. (***)


div>