RABU , 14 NOVEMBER 2018

Mahasiswa Bantaeng Anggap TP2D Program Balas Budi

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Jumat , 02 November 2018 14:11
Mahasiswa Bantaeng Anggap TP2D Program Balas Budi

Yudha Jaya

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) bentukan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) terkesan balas budi.

Hal itu diungkapkan salah satu Mahasiswa asal Bantaeng, Yudha Jaya yang menganggap TP2D diisi oleh orang -orang yang jadi tim sukses NA – ASS pada Pilgub kemarin.

“Karena orang – orang yang tergabung dalam TP2D adalah tim sukses NA Pada Pilgub sulses kemarin,” ujarnya, Jum’at (2/11).

Dia juga menganggap bahwa TP2D juga menguras anggaran APBD Pemprov Sulsel, dengan jumlah anggota 44 orang tentunya akan menjadi beban APBD.

“Selain itu TP2D juga hanya menguras anggaran APBD Provinsi dengan gaji yang terbilang wow. Kerja TP2D juga akan mempengaruhi psikologi OPD Provinsi Sulsel dalam bekerja yang kewenangan bekerja OPD itu di atur dalam regulasi. Jika kehadiran TP2D mampu bekerja cepat kira-kira secepat apa ?,” ungkapnya.

Dia menyarankan kepada Nurdin Abdullah agar membubarkan TP2D, baginya tim ini hanya akan menimbulkan polemik bagi birokrasi di Sulsel.

” Sebaiknya TP2D sulsel itu dibubarkan saja karena hanya menimbulkan polemik di kalangan birokrasi provinsi, biarkan OPD bekerja sesuai regulasi dan tupoksinya masing-masing dan kehadiran TP2D itu tidaklah penting,” pungkasnya. (*) 


Tag
div>