KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Mahasiswa Demo, Dosen FIK UNM ‘Main’ Kasar

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Selasa , 18 September 2018 20:44
Mahasiswa Demo, Dosen FIK UNM ‘Main’ Kasar

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah oknum dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan perilaku kasar, terhadap mahasiswa.

Beberapa mahasiswa harus mendera kesakitan, seusai dipukuli oleh dosen dan satpam Kampus FIK yang berada di Banta-bantaeng tersebut.

Kejadian itu bermula, kala sejumlah mahasiswa FIK melakukan demontrasi di depan Gedung Fakultas, Selasa (18/9/2018). Dengan tuntutan realisasi anggaran kampus untuk sarana dan prasarana, dan penyaluran anggaran lembaga kemahasiswaan.

Namun, tak terima didemo, sejumlah dosen yang berjaga-jaga unjuk rasa mahasiswa, merasa risih. Mereka meminta untuk mahasiswa membubarkan aksi tersebut.

Tak diindahkan, dosen yang tadinya hanya melihat-lihat aksi demontrasi, akhirnya bertindak. Awalnya, cuma menarik-narik mahasiswa untuk berhenti.

Tapi, mendapat tentangan, dosen yang ada malah melayangkan pukulan kepada sejumlah mahasiswa. Mulai dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Reski, Ketua Maperwa Yudi, serta sejumlah mahasiswa baru.

“Kami disuruh untuk bubarkan massa dan pulang mahasiswa baru yang ikut demo, tapi karena kami menolak, makanya timbul kemarahan dari pihak birokrasi ke massa aksi,” ungkap salah satu peserta aksi, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Namanya ingin disamarkan, karena khawatir, akan mendapat intimidasi pribadi dari dosen-dosen FIK jika memberikan keterangan ke publik.

Selain itu, salah satu wartawan kampus LPM Profesi UNM yang meliput aksi tersebut, juga mendapat bogem mentah dari oknum.

Kamera yang dibawanya dirampas oleh Pembantu Dekan Akademik FIK UNM, Syahruddin Saleh. Pejabat itu pun sempat melayangkan pukulan ke wartawan kampus bernama Masturi tersebut.

“Saat itu saya juga dipukuli dan kamera kami pun diambil,” kata Masturi.

Pengakuan lain juga datang dari salah satu mahasiswa yang sempat dikeroyok di ruang Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FIK UNM, Muhammad Adnan Husain.

“Saya paling parah kak, diborongi. Sekarang sudah visum di rumah sakit,” ungkap salah satu korban yang juga ingin identitasnya dirahasiakan. (*)


div>