SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Mahasiswa Desak Direktur Akper Bulukumba Dicopot

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 05 April 2016 16:29

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Seratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Bulukumba kembali menggelar aksi demo di Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (5/4).

Aksi demo ini, merupakan kali kdua mereka menggelar demo di Kantor Bupati Bulukumba. Mahasiswa Akper Bulukumba kembali menyuarakan agar Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali mencopot Direktur Akper Bulukumba, Hammna Vonney.

Tuntutan agar Direktur Akper Bulukumba dicopot terkait ketidakbecusan orang nomor satu di tubuh Akper Bulukumba ini, mengelola Akper menjadikan perguruan tinggi milik Pemkab Bulukumba yang tinggi lebih baik.

Termasuk pengelolaan keuangan Akper Bulukumba dianggap, amburadul. “Mahasiswa membayar uang pembangunan Rp3.750.000 per tahun dan realisasinya tidak ada pembangunan di Akper Bulukumba. Dikemanakan anggaran itu. Katanya, dialihkan untuk mengurus kelembagaan Akper, namun sampai sekarang kelembagaan tidak jelas,” kata Muhammad Ridwan, Koordinator Aksi.

Uang sumbangan pendidikan Rp3,7 juta per orang yang tidak jelas penggunaannya, dibenarkan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akper Bulukumba. “Copot Direktur Akper Bulukumba karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa seperti sarana laboratorium yang jauh dari standar,” ujar Ardian Nur, Ketua BEM Akper Bulukumba.

Sejauh ini, Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali, belum mengambil keputusan terkait dengan tuntutan mahasiswa Akper. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Bulukumba, Senin (4/4), Direktur Akper Bulukumba, Hammna Vonney, menegaskan, pengelolaan keuangan Akper sudah diaudit akuntan publik. Laporan keuangan Akper sudah diserahkan ke Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Bulukumba. (***)


div>